Sebuah insiden kebakaran tragis mengguncang komunitas Blairstown, New Jersey, merenggut nyawa aktor kawakan Paul Avery dan sang istri, Sheila Avery. Pasangan lansia ini ditemukan meninggal dunia di kediaman mereka yang dilalap si jago merah pada Selasa, 16 Juni 2026. Peristiwa ini mengakhiri hidup Paul Avery, yang dikenal luas berkat perannya dalam serial televisi ikonik "All My Children", serta Sheila, istrinya.
Pihak kepolisian setempat mengkonfirmasi bahwa api melalap habis rumah pasangan tersebut pada dini hari. Petugas pemadam kebakaran yang tiba di lokasi kejadian sekitar pukul 01.00 pagi waktu setempat segera berusaha memadamkan api dan melakukan evakuasi. Saat ditemukan, Paul dan Sheila Avery dalam kondisi tidak sadarkan diri. Meskipun upaya resusitasi jantung paru (RPR) sempat dilakukan setelah keduanya berhasil dievakuasi, tim medis menyatakan nyawa pasangan ini tidak dapat diselamatkan akibat luka bakar serius yang diderita. Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam tahap investigasi mendalam oleh New Jersey State Police.
Putri mendiang, Kyle Avery, mengungkapkan kesedihan mendalam yang dirasakan keluarga atas kehilangan kedua orang tuanya. Melalui unggahan di akun media sosialnya pada tanggal yang sama dengan kejadian, Kyle menulis, "We loved them so much, and they loved us so much, and nobody ever had to wonder if that was so." Kutipan yang mengharukan ini mencerminkan ikatan kuat dan cinta yang terjalin dalam keluarga Avery. Pihak keluarga juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para petugas pemadam kebakaran Blairstown atas dedikasi dan upaya penyelamatan yang telah mereka lakukan di tengah kobaran api.
Paul Avery, yang menghembuskan napas terakhirnya di usia 81 tahun, meninggalkan warisan karier yang kaya di dunia hiburan. Ia dikenal luas oleh publik berkat perannya sebagai Hughie, seorang bartender di bar Foxy’s, dalam serial opera sabun populer "All My Children" pada era 1980-an. Tidak hanya itu, kiprah aktingnya juga menghiasi berbagai serial televisi ternama lainnya, termasuk "Three’s Company", "Soap", dan "Tales from the Darkside". Layar lebar pun pernah ia jajaki melalui film "Stanley" (1972) dan "Superman" (1978).
Lebih dari sekadar aktor, Paul Avery juga merupakan sosok yang produktif di dunia periklanan. Selama dua dekade kariernya, ia membintangi lebih dari 300 iklan komersial. Pengalamannya di bidang ini ia gambarkan sebagai momen yang penuh dengan kegembiraan dan penemuan hal-hal baru. "Commercials were lots of fun, always something new and different," kenangnya dalam sebuah tulisan penghormatan yang diterbitkan oleh Ridge View Echo. Ia bahkan secara spesifik menyebutkan partisipasinya dalam dua iklan untuk produk Odor Eaters.
Memasuki usia senja, Paul Avery menunjukkan sisi lain dari talenta yang dimilikinya dengan beralih profesi menjadi seorang penulis. Dedikasinya dalam dunia literasi terlihat dari kontribusinya di berbagai media terkemuka seperti New Jersey Herald, Blairstown Press, dan Warren County Magazine. Ia bahkan sempat menjadi penulis fitur untuk The New York Times. Di samping karier menulisnya yang cemerlang, Paul Avery juga dikenal sebagai warga yang sangat aktif dalam kegiatan kemasyarakatan di Blairstown, tempat ia telah menetap selama lebih dari tiga dekade.
Keterlibatannya dalam komunitas tidak berhenti pada kegiatan sukarela. Paul Avery pernah mengemban amanat sebagai anggota Komite Kota Praja Blairstown dari tahun 2012 hingga 2018. Keputusannya untuk mengundurkan diri dari jabatan publik didasari oleh niat tulus untuk lebih fokus merawat sang istri, Sheila, yang kala itu tengah berjuang melawan stroke. Paul Avery dalam salah satu wawancaranya dengan Ridge View Echo pernah menyampaikan pandangannya mengenai kehidupan di kota kecil, "The great thing about living in a small town is that you can actively participate in it." Ungkapan ini mencerminkan kecintaannya yang mendalam terhadap komunitas lokal dan keinginannya untuk memberikan kontribusi nyata.
Kepergian Paul dan Sheila Avery meninggalkan duka mendalam tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi para penggemar dan kolega di industri hiburan serta komunitas Blairstown. Peristiwa kebakaran ini menjadi pengingat akan kerapuhan hidup dan pentingnya menghargai setiap momen bersama orang terkasih. Investigasi terkait penyebab pasti kebakaran masih terus berlanjut, sementara pihak keluarga berupaya mengumpulkan kekuatan di tengah masa duka yang berat.











