Didier Deschamps mengakhiri masa baktinya sebagai pelatih tim nasional Prancis dengan kekalahan dramatis. Prancis harus mengakui keunggulan Inggris dalam perebutan tempat ketiga Piala Dunia 2026 yang digelar di Miami. Laga ini menandai babak akhir bagi Deschamps yang telah memimpin Les Bleus selama bertahun-tahun.
Keputusan Deschamps untuk undur diri dari kursi kepelatihan timnas Prancis ini memang sudah diprediksi sebelumnya. Setelah memimpin Prancis menjuarai Piala Dunia 2018 dan mencapai final Piala Dunia 2022, Deschamps merasa inilah saat yang tepat untuk menyerahkan tongkat estafet kepelatihan kepada generasi penerus.
Meski harus menelan pil pahit di laga terakhirnya, Deschamps tetap menunjukkan sikap profesional dan penuh rasa terima kasih. Ia menyatakan, “Saya bangga dengan apa yang telah kami capai bersama timnas Prancis. Para pemain telah memberikan segalanya, dan saya berterima kasih atas dedikasi serta komitmen mereka.” Pernyataan ini disampaikan Deschamps usai pertandingan kontra Inggris, yang berakhir dengan skor tipis untuk kemenangan Inggris.
Dalam konferensi pers pasca-pertandingan, Deschamps tidak banyak membahas soal strategi atau jalannya laga. Fokus utamanya adalah pada perpisahan yang emosional. “Ini adalah akhir dari sebuah era. Saya berterima kasih kepada federasi, staf pelatih, dan tentu saja, para pemain yang telah menjadi bagian dari perjalanan luar biasa ini,” ujarnya lebih lanjut. Ia juga menambahkan bahwa meskipun tidak lagi menjabat sebagai pelatih, ia akan tetap menjadi pendukung setia timnas Prancis.
Kekalahan dari Inggris di Miami ini mungkin menjadi catatan penutup yang kurang ideal bagi Deschamps. Namun, warisan yang ditinggalkannya di timnas Prancis tidak dapat disangkal. Ia berhasil mengembalikan Prancis ke jajaran elite sepak bola dunia, membawa pulang trofi Piala Dunia, dan membangun tim yang solid serta penuh talenta. Masa depan timnas Prancis kini akan berada di tangan pelatih baru, namun Deschamps telah meletakkan fondasi yang kuat untuk kesuksesan di masa mendatang.
