Sunday, 19 July 2026
BREAKING
BERITA

Benjamin Netanyahu Diteriaki “Pembunuh” Saat Kunjungan ke Parlemen Britania Raya

Oleh Emanuel July 19, 2026 12 hours lalu 0 komentar

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu disambut sorakan dan teriakan “pembunuh” oleh para anggota parlemen saat kunjungan resminya ke Gedung Parlemen Britania Raya pada hari Senin (18/3/2024). Kejadian tak terduga ini menandai puncak tekanan internasional yang dihadapi Netanyahu terkait konflik yang sedang berlangsung di Gaza.

Meskipun kunjungan tersebut bertujuan untuk mempererat hubungan diplomatik, suasana di dalam gedung parlemen justru memanas. Sejumlah anggota parlemen dari Partai Buruh, yang mayoritas, menyoraki Netanyahu dengan sebutan “pembunuh” saat ia bersiap untuk berbicara. Teriakan ini disinyalir sebagai bentuk protes keras terhadap tindakan militer Israel di Gaza yang telah menimbulkan korban jiwa yang signifikan.

Reaksi keras ini datang sehari setelah Netanyahu melakukan pertemuan dengan Perdana Menteri Inggris Rishi Sunak di London. Pertemuan tersebut dikabarkan membahas berbagai isu bilateral, termasuk situasi keamanan di Timur Tengah. Namun, demonstrasi di parlemen menunjukkan adanya perpecahan pandangan yang mendalam di kalangan politisi Inggris mengenai kebijakan Israel.

Salah satu anggota parlemen yang vokal dalam protesnya adalah Jeremy Corbyn, mantan pemimpin Partai Buruh. Ia secara terbuka menyatakan penentangannya terhadap tindakan Israel di Gaza, menyebutnya sebagai pelanggaran hukum internasional. “Kami tidak bisa diam saja melihat apa yang terjadi di Gaza. Ini adalah genosida yang sedang terjadi, dan kita harus mengutuknya,” ujar Corbyn dalam sebuah pernyataan.

Para pengunjuk rasa yang berkumpul di luar gedung parlemen juga turut menambah riuh suasana. Mereka membawa spanduk bertuliskan kecaman terhadap Netanyahu dan menuntut diakhirinya agresi Israel di Gaza. Sejumlah organisasi kemanusiaan dan hak asasi manusia juga bergabung dalam aksi tersebut, menyuarakan keprihatinan atas krisis kemanusiaan yang semakin memburuk di wilayah Palestina.

Menanggapi insiden tersebut, juru bicara Perdana Menteri Israel menyatakan bahwa Netanyahu tetap fokus pada tujuannya untuk memperkuat hubungan dengan Inggris dan mencari solusi damai di Timur Tengah. Ia menambahkan bahwa kritik dan protes adalah hal yang biasa dalam demokrasi, namun tidak akan mengalihkan perhatian Netanyahu dari misinya.

Meskipun demikian, insiden di Gedung Parlemen Britania Raya ini menjadi pukulan telak bagi citra internasional Benjamin Netanyahu. Tekanan dari berbagai pihak, baik domestik maupun internasional, semakin menguat, menuntut Israel untuk menghentikan eskalasi kekerasan dan mencari jalan keluar yang lebih manusiawi dalam konflik yang telah berlangsung lama.

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Artikel Terkait