Modus penipuan oleh oknum sales mobil masih terus menghantui konsumen. Ironisnya, praktik licik ini bahkan terjadi di tempat yang seharusnya menjadi representasi profesionalisme, yakni di dalam dealer mobil.
Pelaku kejahatan ini tidak segan mengundang calon pembeli untuk bertatap muka langsung, bahkan hingga penandatanganan Surat Pemesanan Kendaraan (SPK). Namun, di balik pertemuan yang terkesan resmi tersebut, niat buruk untuk mengeruk keuntungan pribadi dengan merugikan konsumen tetap membayangi.
Salah satu kasus yang mencuat melibatkan seorang konsumen yang menjadi korban dari taktik penipuan ini. Korban dijanjikan mobil dengan harga miring dan berbagai bonus menarik. Dengan bujuk rayu sang sales, korban akhirnya melakukan pembayaran uang muka sebesar Rp 100 juta. Kesepakatan ini bahkan diperkuat dengan penandatanganan SPK di kantor dealer.
Namun, setelah pembayaran dilakukan, janji manis tersebut tak kunjung terwujud. Mobil yang dijanjikan tidak pernah datang, dan uang yang telah disetorkan pun lenyap tak berbekas. Sang sales menghilang tanpa jejak, meninggalkan konsumen dalam kerugian besar dan kekecewaan mendalam.
Menanggapi maraknya kasus ini, pihak kepolisian terus berupaya melakukan penindakan. Berdasarkan keterangan resmi dari Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, Kompol Andri Kurniawan, pada tanggal 17 Mei 2024, setidaknya ada dua laporan polisi yang berhasil dihimpun terkait modus penipuan oleh oknum sales mobil. Laporan tersebut mencakup penipuan dengan kerugian bervariasi, mulai dari puluhan juta hingga ratusan juta rupiah.
Kompol Andri Kurniawan juga menegaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap jaringan penipuan ini. Ia mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan berhati-hati terhadap tawaran yang terlalu menggiurkan, terutama yang melibatkan transaksi keuangan dalam jumlah besar. βSetiap laporan yang masuk akan kami tindak lanjuti dan kami pastikan akan kami proses secara hukum,β ujar Kompol Andri Kurniawan.
Kasus ini menjadi pengingat penting bagi calon pembeli kendaraan bermotor. Penting untuk tidak mudah tergiur dengan iming-iming harga murah atau bonus berlebihan. Selalu lakukan verifikasi mendalam terhadap kredibilitas sales dan dealer, serta pastikan semua transaksi dilakukan melalui jalur resmi dan tercatat dengan baik. Kerugian finansial yang dialami korban menunjukkan betapa berbahayanya oknum yang memanfaatkan celah kepercayaan konsumen untuk keuntungan pribadi.
