Saturday, 18 July 2026
BREAKING
LIFESTYLE

Mengurai Tangis Anak di Sekolah: 7 Strategi Jitu Orang Tua

Oleh Muzairi M July 18, 2026 3 hours lalu 0 komentar

Perpisahan di gerbang sekolah kerap menjadi momen menegangkan bagi orang tua dan anak. Tangisan yang pecah saat harus berpisah menimbulkan dilema: haruskah orang tua menemani lebih lama atau segera meninggalkan anak?

Fenomena ini umum terjadi dan bisa diatasi dengan pendekatan yang tepat. Psikolog anak, Dr. Rose Mini, M.Psi., menjelaskan bahwa anak yang menangis saat ditinggal di sekolah biasanya mengalami kecemasan perpisahan. “Anak merasa cemas karena berpisah dengan orang tua, lingkungan yang baru, dan belum terbiasa dengan rutinitas sekolah,” ujarnya.

Untuk membantu anak beradaptasi, ada beberapa strategi yang bisa diterapkan. Pertama, bangun rutinitas pagi yang menyenangkan. Persiapkan segala keperluan sekolah anak di malam hari agar pagi hari tidak terburu-buru. Libatkan anak dalam persiapan ini untuk menumbuhkan rasa percaya diri.

Kedua, ciptakan suasana positif di sekolah. Berikan informasi positif tentang sekolah, guru, dan teman-teman baru. Ceritakan pengalaman menyenangkan Anda saat bersekolah dulu. Hindari membicarakan hal-hal negatif terkait sekolah di depan anak.

Ketiga, lakukan perpisahan yang singkat namun bermakna. Ucapkan selamat tinggal dengan yakin dan penuh kasih sayang. Berikan pelukan dan ciuman, lalu segera tinggalkan anak dengan senyuman. Jangan berlama-lama karena ini bisa memperparah kecemasannya.

Keempat, berikan anak benda kesayangan. Benda ini bisa berupa boneka kecil atau selimut yang mengingatkan anak pada rumah dan orang tua, sehingga memberikan rasa aman.

Kelima, ajak anak berbicara tentang perasaannya. Dengarkan keluh kesahnya tanpa menghakimi. Berikan dukungan emosional dan yakinkan bahwa Anda akan selalu ada untuknya.

Keenam, bangun komunikasi yang baik dengan guru. Informasikan kepada guru mengenai kondisi anak Anda. Kolaborasi dengan guru akan membantu menciptakan lingkungan sekolah yang lebih nyaman bagi anak.

Terakhir, bersabar dan konsisten. Adaptasi membutuhkan waktu. Terus terapkan strategi ini secara konsisten hingga anak merasa nyaman dan percaya diri untuk bersekolah tanpa rasa cemas.

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Artikel Terkait