Friday, 17 July 2026
BREAKING
DUNIA

Herzog Ungkap Keinginan Israel Jalin Hubungan dengan Arab Saudi

Oleh Heni Maulidya July 17, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Presiden Israel Isaac Herzog secara terbuka menyatakan harapannya agar negaranya dapat menjalin hubungan diplomatik dengan Arab Saudi. Pernyataan ini dilontarkan Herzog dalam sebuah wawancara eksklusif yang disiarkan pada Senin, 10 Juli 2023, menandakan keinginan kuat Tel Aviv untuk memperbaiki relasi dengan Riyadh.

Herzog menekankan bahwa kemitraan antara Israel dan Arab Saudi akan membawa manfaat signifikan bagi kedua negara, serta kawasan Timur Tengah secara keseluruhan. Ia melihat adanya potensi besar dalam kolaborasi di berbagai bidang, yang dapat mendorong stabilitas dan kemakmuran regional.

“Saya percaya bahwa hubungan ini akan membawa manfaat bagi kedua belah pihak, dan juga bagi seluruh kawasan,” ujar Herzog, seperti dikutip dari Reuters. Ia menambahkan bahwa pembicaraan mengenai normalisasi hubungan antara Israel dan Arab Saudi telah berlangsung selama beberapa waktu, dan ia optimis bahwa langkah maju dapat tercapai.

Presiden Israel itu juga menyoroti peran penting Amerika Serikat dalam memfasilitasi potensi kesepakatan ini. Herzog mengakui bahwa negosiasi yang kompleks ini melibatkan berbagai pihak, termasuk Washington, yang secara historis menjadi mediator dalam berbagai isu di Timur Tengah. Kehadiran AS dianggap krusial dalam menjembatani perbedaan dan mencari solusi yang dapat diterima.

Lebih lanjut, Herzog mengungkapkan bahwa ia telah melakukan beberapa pertemuan dengan pejabat Arab Saudi di luar forum publik. Meskipun detail mengenai pertemuan tersebut tidak diungkapkan secara spesifik, hal ini mengindikasikan adanya komunikasi tingkat tinggi yang terus berlangsung di balik layar. Herzog berharap agar dialog ini dapat berujung pada perkembangan positif dalam waktu dekat.

Keinginan Israel untuk menjalin hubungan resmi dengan Arab Saudi merupakan kelanjutan dari tren normalisasi yang telah terjadi dengan beberapa negara Arab lainnya, seperti Uni Emirat Arab, Bahrain, Sudan, dan Maroko melalui Abraham Accords pada tahun 2020. Namun, hubungan dengan Arab Saudi memiliki bobot geopolitik yang jauh lebih besar mengingat posisi strategis dan pengaruh Riyadh di dunia Islam.

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Artikel Terkait