Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) telah memberikan persetujuan untuk formulasi suntikan bawah kulit (subkutan) lecanemab bagi pasien dewasa dengan penyakit Alzheimer. Keputusan ini menandai sebuah langkah maju dalam pemberian terapi anti-amyloid, yang sebelumnya hanya dapat dimulai melalui infus intravena.
Perubahan metode pemberian ini memberikan opsi baru bagi pasien dan pendamping mereka dalam menjalani pengobatan. Sebelumnya, pasien diharuskan untuk menerima dosis awal lecanemab secara intravena. Kini, dengan persetujuan suntikan subkutan, proses inisiasi terapi menjadi lebih fleksibel.
Temuan dari studi dunia nyata yang dipresentasikan pada Alzheimerโs Association International Conference mendukung kemanjuran kedua metode pemberian. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa mayoritas pasien menunjukkan kondisi yang stabil selama rata-rata 17 bulan, baik saat menerima lecanemab (Leqembi; Eisai) melalui suntikan intravena maupun subkutan.
Salah satu kutipan penting dari pengumuman ini menyatakan, “Untuk pertama kalinya, pasien dan mitra perawatan mereka memiliki pilihan dalam cara pengiriman pengobatan anti-amyloid.” Fleksibilitas ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan dan aksesibilitas terapi bagi individu yang hidup dengan penyakit Alzheimer.
