Program Makan Bergizi Gratis Dihentikan Sementara Selama Libur Sekolah, BGN Jelaskan Alasannya

Emanuel

Badan Gizi Nasional (BGN) mengumumkan perubahan signifikan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Berbeda dengan periode libur sebelumnya, kali ini distribusi MBG akan dihentikan sepenuhnya selama masa libur sekolah. Keputusan ini tertuang dalam Surat Edaran (SE) Nomor 12 Tahun 2026 dan bertujuan untuk menata ulang serta mengoptimalkan tata kelola operasional program.

Wakil Kepala BGN sekaligus Juru Bicara BGN, Agustina Arumsari, menjelaskan bahwa surat edaran yang diterbitkan pada 17 Juni 2026 ini merupakan bagian dari upaya penataan ulang pelaksanaan program. "Sore hari ini, kami dari BGN akan menyampaikan bahwa pada tanggal 17 Juni 2026, BGN menerbitkan SE Nomor 12 Tahun 2026 tentang penyesuaian operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada saat periode hari libur dalam rangka penyelenggaraan program MBG pada tahun anggaran 2026," ujar Agustina dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, Kamis (18/6/2026).

Langkah ini diambil untuk mendukung optimalisasi tata kelola operasional, efisiensi sumber daya, dan standardisasi pelaksanaan program di tingkat SPPG. "Jadi, memang surat edaran ini dikeluarkan dalam rangka optimalisasi tata kelola operasional, efisiensi sumber daya, dan standardisasi program MBG pada SPPG," jelasnya. Keputusan ini bertepatan dengan masa libur sekolah yang ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), yang berlangsung dari 22 Juni hingga 13 Juli 2026.

Agustina menuturkan bahwa kebijakan kali ini berbeda dibandingkan saat Ramadan maupun libur sekolah sebelumnya, ketika peserta didik yang sedang libur tetap menerima MBG melalui mekanisme khusus, seperti sistem bundling. "Nah, mungkin belum lupa ya waktu di periode yang dulu itu di hari Ramadan, di saat libur pun, ada sistem pemberian MBG, sistem bundling-lah dan sebagainya ya. Nah, untuk kali ini kebijakan yang kami ambil adalah kami benar-benar tidak mendistribusikan MBG dengan maksud untuk standardisasi tata kelola operasional, efisiensi sumberdaya," terangnya.

BGN ingin memanfaatkan momentum libur sekolah untuk melakukan pembenahan dan penataan kembali tata kelola program. "Kami BGN ingin melakukan tata kelola kembali, penataan kembali, sehingga mengambil momentum liburan sekolah ini," imbuhnya.

Kepala Biro Humas dan Tata Usaha Pimpinan BGN, Hilda, menambahkan bahwa penghentian distribusi MBG ini berlaku pada berbagai jenis hari libur. Hal ini mencakup libur semester, hari libur nasional, hari libur keagamaan, serta hari libur khusus fakultatif pemerintah daerah, dan juga hari libur akhir pekan. "Dalam rangka perbaikan pengelolaan MBG, maka pendistribusian pada saat hari libur, libur sekolah semester genap atau ganjil, hari libur nasional, hari libur keagamaan, hari libur khusus fakultatif pemerintah daerah, serta hari libur Sabtu dan Minggu," ungkap Hilda.

Lebih lanjut, penghentian sementara distribusi MBG ini tidak hanya berlaku bagi peserta didik, tetapi juga bagi kelompok penerima manfaat non-peserta didik. Kelompok ini mencakup balita, ibu hamil, hingga ibu menyusui. "Yang 3B-nya libur juga. Jadi itu penghitungannya untuk peserta didik maupun non peserta didik. Kalau 3B tuh termasuk non peserta didik," tegasnya. Dengan demikian, seluruh penerima manfaat program MBG akan mengalami penundaan distribusi selama periode libur sekolah ini.

Perubahan kebijakan ini diharapkan dapat memberikan ruang bagi BGN untuk mengevaluasi dan menyempurnakan mekanisme penyaluran MBG di masa mendatang. Fokus pada optimalisasi operasional dan efisiensi sumber daya menjadi kunci agar program ini dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan. Evaluasi ini penting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dialokasikan untuk program bergizi ini benar-benar memberikan dampak maksimal bagi kesehatan masyarakat, terutama pada kelompok rentan.

Meskipun distribusi fisik dihentikan, BGN mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga pola makan bergizi seimbang selama libur sekolah. Informasi mengenai kelanjutan program dan mekanisme penyaluran setelah libur akan disampaikan lebih lanjut oleh BGN. Para orang tua dan wali murid diharapkan dapat memahami alasan di balik kebijakan ini dan mendukung upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas program gizi nasional. Keterlibatan aktif dari berbagai pihak, termasuk masyarakat, akan sangat menentukan keberhasilan program MBG dalam jangka panjang.

Keputusan ini juga membuka diskusi mengenai alternatif dukungan gizi bagi anak-anak sekolah selama libur. Meskipun tidak dalam bentuk distribusi langsung MBG, BGN mungkin akan mempertimbangkan opsi lain atau mengoptimalkan sumber daya yang ada untuk program-program pendukung lainnya yang relevan. Penataan ulang ini menjadi momentum krusial bagi BGN untuk melakukan inovasi dan adaptasi demi tercapainya tujuan utama program, yaitu peningkatan status gizi masyarakat Indonesia.

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All