Friday, 17 July 2026
BREAKING
EKONOMI

Perusahaan Tambang Didorong Terapkan Standar Keberlanjutan Global Atasi Risiko Sosial

Oleh Yohanes July 17, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Perusahaan tambang di Indonesia didorong untuk mengadopsi standar keberlanjutan global guna mengantisipasi dan mengelola risiko sosial di sekitar wilayah operasional mereka. Langkah ini penting mengingat praktik pertambangan berkelanjutan tidak hanya berfokus pada kepatuhan terhadap regulasi, tetapi juga pada kemampuan perusahaan dalam mengelola dampak sosial dan lingkungan secara efektif.

Dalam sebuah diskusi bertajuk ‘Membangun Ekosistem Pertambangan Berkelanjutan di Indonesia’ yang diselenggarakan oleh Asosiasi Pertambangan Indonesia (API) pada 15 Mei 2024, para pelaku industri sepakat bahwa pendekatan konvensional dalam pengelolaan operasional tambang perlu diperluas. Diskusi ini menyoroti pentingnya integrasi prinsip-prinsip keberlanjutan dalam setiap aspek kegiatan pertambangan.

Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bambang Ekaputra, menekankan bahwa keberlanjutan operasional pertambangan harus mencakup aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG). Ia menyatakan, “Keberlanjutan itu bukan hanya soal mematuhi regulasi, tapi bagaimana kita bisa mengelola dampak sosial dan lingkungan. Ini adalah tantangan yang harus kita hadapi bersama.” Bambang menambahkan bahwa pengawasan yang ketat dan penerapan standar yang lebih tinggi akan menjadi kunci.

Perusahaan tambang diharapkan dapat proaktif dalam mengidentifikasi potensi risiko sosial, seperti konflik lahan, dampak terhadap mata pencaharian masyarakat lokal, dan pelestarian budaya. Upaya mitigasi yang komprehensif dan berkelanjutan menjadi krusial untuk menjaga hubungan baik dengan pemangku kepentingan dan memastikan kelancaran operasional jangka panjang.

Salah satu poin penting yang dibahas adalah perlunya perusahaan mengadopsi standar internasional yang telah teruji. Hal ini mencakup penerapan praktik terbaik dalam pengelolaan limbah, konservasi keanekaragaman hayati, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar tambang. Dengan demikian, perusahaan tidak hanya memenuhi kewajiban hukum, tetapi juga membangun reputasi positif dan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum API, Rizal Kasali, menggarisbawahi bahwa kolaborasi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat adalah fondasi utama dalam mewujudkan ekosistem pertambangan yang berkelanjutan. Ia menyarankan agar perusahaan terus berinovasi dalam teknologi dan metode operasional yang ramah lingkungan dan sosial. “Kita harus terus beradaptasi dan bertransformasi untuk menjadi perusahaan pertambangan yang bertanggung jawab dan memberikan manfaat maksimal bagi semua pihak,” ujar Rizal.

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Artikel Terkait