Friday, 17 July 2026
BREAKING
KESEHATAN

Jutaan Jiwa Terancam Buta: Dokter Mata Punya Peran Krusial Atasi Krisis Penglihatan Global

Oleh Rini Widiyarti July 16, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merilis laporan mengejutkan pada tahun 2019. Sekitar 36 juta orang di seluruh dunia mengalami kebutaan total.

Sementara itu, angka lain menunjukkan 217 juta individu menderita gangguan penglihatan sedang hingga berat. Ini adalah masalah kesehatan global yang mendesak.

International Agency for the Prevention of Blindness (IAPB) menambahkan data yang lebih luas. Dari 8 miliar populasi dunia, sekitar 1,1 miliar orang menghadapi masalah penglihatan.

Kondisi ini sangat memprihatinkan. Sekitar 90% penderita gangguan penglihatan tinggal di negara berkembang berpenghasilan rendah.

Risiko menjadi buta seumur hidup di negara berpenghasilan rendah 10 hingga 15 kali lebih tinggi. Perbandingan ini dengan negara berpenghasilan tinggi sangat mencolok.

Kesenjangan ini justru semakin melebar, bukan menyempit. Ini menunjukkan urgensi penanganan yang lebih serius dan terpadu.

Mengapa disparitas ini terjadi? Akses terhadap layanan kesehatan mata yang berkualitas masih sangat terbatas di negara-negara miskin.

Kurangnya fasilitas, tenaga medis spesialis, dan kesadaran masyarakat menjadi faktor utama.

Penyakit seperti katarak, glaukoma, dan degenerasi makula menjadi penyebab utama kebutaan.

Namun, banyak dari kondisi ini dapat dicegah atau diobati jika terdeteksi dini.

Di sinilah peran vital para dokter spesialis mata atau oftalmolog menjadi sangat krusial.

Mereka memiliki keahlian dan pengetahuan untuk mendiagnosis serta mengobati berbagai kelainan mata.

Para oftalmolog dituntut untuk tidak hanya melayani pasien di negara maju.

Mereka perlu terlibat aktif dalam upaya global untuk mengatasi krisis penglihatan ini.

Ini bisa berupa program penyuluhan, pelatihan tenaga medis lokal, atau misi bakti sosial.

Kolaborasi internasional antar dokter mata juga sangat penting untuk berbagi pengetahuan dan teknologi.

Pencegahan adalah kunci utama. Deteksi dini melalui pemeriksaan rutin dapat menyelamatkan jutaan penglihatan.

Pemerintah, organisasi non-profit, dan sektor swasta perlu bersinergi.

Tujuannya adalah memastikan akses layanan kesehatan mata yang setara bagi semua orang.

Investasi dalam kesehatan mata bukan sekadar biaya, melainkan investasi jangka panjang bagi kesejahteraan masyarakat.

Dengan upaya bersama, angka gangguan penglihatan global dapat ditekan secara signifikan.

Masa depan penglihatan dunia ada di tangan kita, terutama para profesional medis.

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Artikel Terkait