Thursday, 16 July 2026
BREAKING
LIFESTYLE

Safar Bukan Bulan Sial: Umat Muslim Perlu Tahu Fakta Sebenarnya

Oleh Muzairi M July 16, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Bulan Safar kerap dikaitkan dengan berbagai kesialan dan musibah. Mitos ini telah mengakar kuat di sebagian masyarakat. Namun, benarkah anggapan tersebut memiliki dasar yang kuat?

Faktanya, pandangan bahwa bulan Safar membawa petaka tidak didukung oleh ajaran agama Islam. Umat Muslim meyakini bahwa seluruh bulan dalam kalender Hijriah memiliki kemuliaan yang sama. Tidak ada bulan yang secara spesifik ditetapkan sebagai bulan pembawa sial.

Penafsiran keliru mengenai bulan Safar muncul karena kesalahpahaman terhadap beberapa kejadian di masa lalu. Ada anggapan bahwa bulan ini identik dengan turunnya bala atau cobaan. Padahal, hal tersebut lebih merupakan ujian dari Allah SWT.

Dalam Al-Qur’an dan hadis Rasulullah SAW, tidak ditemukan satupun ayat atau riwayat sahih yang menyatakan bulan Safar sebagai bulan yang harus dihindari. Justru, ajaran Islam menekankan pentingnya tawakal dan berbaik sangka kepada Allah SWT dalam setiap keadaan.

Ustaz Abdul Somad, seorang ulama terkemuka, pernah menjelaskan bahwa bulan Safar sama mulianya dengan bulan-bulan lainnya. Beliau menegaskan bahwa keyakinan terhadap kesialan di bulan Safar adalah mitos belaka yang harus diluruskan.

β€œTidak ada bulan sial. Bulan Safar itu sama seperti bulan-bulan lain. Ini hanya mitos yang berkembang di masyarakat,” ujar Ustaz Abdul Somad dalam salah satu ceramahnya.

Pernyataan tersebut selaras dengan prinsip dasar akidah Islam yang mengajarkan bahwa segala sesuatu terjadi atas kehendak Allah SWT. Musibah atau kebaikan adalah ujian dan ketetapan-Nya, bukan disebabkan oleh waktu atau bulan tertentu.

Masyarakat Muslim diimbau untuk tidak termakan oleh mitos yang tidak memiliki dasar agama yang kuat. Sebaliknya, umat dianjurkan untuk mengisi bulan Safar dengan kegiatan positif dan memperbanyak ibadah.

Beberapa amalan yang bisa dilakukan antara lain meningkatkan kualitas shalat, membaca Al-Qur’an, bersedekah, dan berdoa memohon perlindungan kepada Allah SWT. Dengan pemahaman yang benar, bulan Safar dapat dijalani dengan penuh ketenangan dan keimanan.

Menghilangkan mitos kesialan di bulan Safar merupakan langkah penting dalam memperkuat pemahaman keagamaan yang lurus. Umat Islam diharapkan dapat kembali pada ajaran Al-Qur’an dan sunnah Rasulullah SAW dalam memahami setiap aspek kehidupan.

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Artikel Terkait