Thursday, 16 July 2026
BREAKING
EKONOMI

Menkop Ferry Ungkap Kriteria Koperasi Pengelola Tambang: Hindari yang ‘Merah Putih’

Oleh Yohanes July 16, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki, angkat bicara mengenai potensi koperasi dalam mengelola sektor pertambangan. Ia memberikan pandangannya mengenai kriteria koperasi yang ideal untuk menggarap peluang ini.

Menurut Teten, tidak semua jenis koperasi pantas untuk dilibatkan dalam pengelolaan sumber daya alam strategis seperti pertambangan. Ada persyaratan khusus yang perlu dipenuhi.

Beliau menekankan agar koperasi yang memiliki kapasitas dan kapabilitas yang memadai yang menjadi prioritas. Koperasi dengan struktur yang kuat dan tata kelola yang baik lebih diutamakan.

“Koperasi seperti apa yang sebaiknya mengelola tambang? Tentu yang sudah mapan,” ujar Teten dalam sebuah kesempatan.

Ia secara spesifik menyoroti perlunya kehati-hatian dalam memberikan izin pengelolaan tambang kepada koperasi. Terutama, koperasi yang identik dengan sebutan ‘Kopdes Merah Putih‘.

Istilah ‘Kopdes Merah Putih’ sering kali merujuk pada koperasi desa yang mungkin belum memiliki pengalaman atau sumber daya yang cukup untuk mengelola industri padat modal dan teknologi seperti pertambangan.

Teten khawatir jika koperasi jenis ini yang ditunjuk, justru dapat menimbulkan masalah baru. Potensi kegagalan atau penyalahgunaan sumber daya bisa saja terjadi jika tidak dikelola dengan profesional.

Pemerintah saat ini tengah mengkaji regulasi terkait kepemilikan saham tambang oleh koperasi. Langkah ini merupakan bagian dari upaya untuk memberdayakan koperasi sekaligus memastikan pengelolaan sumber daya alam yang bertanggung jawab.

Harapannya, dengan adanya koperasi yang mampu, pengelolaan tambang dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.

Selain itu, koperasi yang terlibat diharapkan mampu menerapkan prinsip-prinsip keberlanjutan dan menjaga kelestarian lingkungan.

Fokus utama adalah pada koperasi yang memiliki rekam jejak pengelolaan yang baik dan terbukti mampu menjalankan bisnis secara profesional.

Ini bukan berarti menutup pintu sepenuhnya bagi koperasi lain, namun lebih kepada seleksi yang ketat demi kebaikan bersama.

Langkah ini sejalan dengan visi besar pemerintah untuk memperkuat peran koperasi dalam perekonomian nasional.

Pengelolaan tambang oleh koperasi yang tepat diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan anggota koperasi dan masyarakat sekitar tambang.

Kesiapan teknis, finansial, dan manajerial menjadi kunci utama dalam menentukan koperasi mana yang layak mendapatkan kepercayaan.

Oleh karena itu, identifikasi dan pembinaan koperasi yang potensial akan menjadi langkah krusial selanjutnya.

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Artikel Terkait