Wednesday, 15 July 2026
BREAKING
EKONOMI

Gempuran Harga Bahan Baku: Brand Lokal Terpaksa Evaluasi Material Garmen

Oleh Yohanes July 15, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Kenaikan harga serat tekstil global mulai mengguncang industri mode Tanah Air. Para pemilik brand lokal kini dihadapkan pada dilema krusial, memaksa mereka meninjau ulang strategi pemilihan kain.

Bagi pelaku usaha konveksi skala menengah, faktor penentu profitabilitas bukan lagi semata desain busana. Bahan baku menjadi penentu utama kesehatan finansial bisnis.

“Kami merasakan dampaknya sangat signifikan,” ungkap Anita Sari, pendiri brand fesyen modestwear ‘Kain Kita’, saat ditemui di workshop-nya di Bandung, Jawa Barat, Selasa (23/7/2024).

Anita menjelaskan, lonjakan harga serat katun dan poliester, dua bahan utama koleksi ‘Kain Kita’, telah menembus 15-20 persen dalam beberapa bulan terakhir. Kenaikan ini terjadi akibat berbagai faktor global.

Mulai dari kelangkaan pasokan akibat cuaca ekstrem di negara produsen, hingga dinamika rantai pasok internasional yang belum stabil pasca-pandemi. “Ini membuat biaya produksi kami membengkak,” imbuhnya.

Situasi ini memaksa Anita dan timnya untuk melakukan kalkulasi ulang. Mereka harus mempertimbangkan alternatif bahan baku yang lebih terjangkau tanpa mengorbankan kualitas. Pilihan jatuh pada campuran serat baru atau mencari pemasok yang menawarkan harga lebih kompetitif.

Hal senada diutarakan oleh Budi Santoso, pemilik lini pakaian kasual pria ‘Gaya Nusantara’. Ia mengakui, perubahan harga bahan baku ini sangat memengaruhi margin keuntungan.

“Jika kami tidak beradaptasi, bisa jadi harga jual produk kami akan melambung tinggi. Ini berisiko membuat konsumen beralih ke produk impor atau merek lain yang lebih terjangkau,” ujar Budi.

Ia menambahkan, timnya sedang menjajaki penggunaan serat daur ulang atau bahan yang memiliki karakteristik serupa namun dengan harga lebih stabil. Riset pasar pun terus dilakukan untuk melihat respons konsumen terhadap potensi perubahan material.

Para pelaku industri berharap pemerintah dapat memberikan perhatian lebih. Dukungan kebijakan, seperti insentif impor bahan baku atau pengembangan industri serat lokal, dinilai sangat dibutuhkan.

Keberlangsungan brand-brand lokal yang turut menyerap tenaga kerja dan menggerakkan ekonomi kreatif bergantung pada stabilitas pasokan dan harga bahan baku. Evaluasi material menjadi langkah tak terelakkan demi menjaga eksistensi di tengah tantangan ekonomi global.

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Artikel Terkait