TEHERAN – Iran menegaskan serangan rudal balistiknya ke Yordania pada Selasa (14/7) lalu hanya menyasar pangkalan militer Amerika Serikat (AS). Pernyataan ini disampaikan untuk meredakan kekhawatiran Amman yang sempat dilanda ketegangan.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Saeed Khatibzadeh, dalam konferensi pers di Teheran, mengungkapkan bahwa operasi militer tersebut merupakan respons langsung terhadap agresi AS. Ia menambahkan bahwa Teheran memiliki hubungan baik dengan Kerajaan Yordania.
“Kami mencintai Yordania dan rakyatnya. Serangan kami hanya ditujukan pada pangkalan militer AS yang digunakan untuk operasi melawan Iran,” ujar Khatibzadeh, Selasa (14/7). Ia menekankan bahwa tidak ada niat untuk menargetkan infrastruktur atau warga sipil Yordania.
Serangan rudal balistik Iran dilancarkan sebagai balasan atas serangkaian tindakan AS yang dianggap mengancam kedaulatan Iran. Pangkalan udara militer AS di wilayah Yordania menjadi sasaran utama dalam operasi tersebut. Lokasi pasti pangkalan yang diserang tidak dirinci lebih lanjut oleh pihak Iran.
Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan regional yang melibatkan Iran, AS, dan sekutunya. Serangan balasan Iran ini menjadi eskalasi terbaru dalam konflik yang telah berlangsung lama.
Pemerintah Yordania sendiri belum memberikan komentar resmi mendalam mengenai klaim Iran tersebut. Namun, beberapa laporan menyebutkan pihak keamanan Yordania telah meningkatkan kewaspadaan pasca serangan. Raja Abdullah II dari Yordania sebelumnya telah menyatakan keprihatinan atas potensi konflik yang meluas di kawasan.
Khatibzadeh menambahkan bahwa Iran selalu mengedepankan diplomasi. Namun, pihaknya tidak akan ragu untuk membela diri jika kedaulatan negara terancam. Ia berharap komunikasi yang jelas dapat mencegah kesalahpahaman lebih lanjut antara Iran dan negara-negara tetangganya.
Diplomat Iran tersebut juga menegaskan kembali komitmen Teheran untuk menjaga stabilitas regional. Ia berharap AS memahami pesan yang disampaikan melalui aksi militer tersebut. Iran ingin menunjukkan bahwa mereka mampu merespons ancaman secara efektif.
Peristiwa ini menjadi sorotan internasional mengingat dampaknya terhadap dinamika keamanan di Timur Tengah. Dunia menanti langkah selanjutnya dari para pihak yang terlibat dalam eskalasi ini.
