Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) melaporkan pencapaian signifikan dalam program registrasi kartu SIM prabayar. Sebanyak 6,8 juta nomor ponsel kini terverifikasi menggunakan metode pemindaian wajah atau biometrik.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan keamanan dan mencegah penyalahgunaan nomor telepon seluler. Direktur Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil (Dirjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri, Zudan Arif Fakrulloh, menyampaikan data tersebut.
Menurut Zudan, jumlah tersebut terus bertambah seiring dengan kesadaran masyarakat akan pentingnya registrasi yang aman. Verifikasi biometrik wajah bertujuan untuk memastikan setiap nomor SIM card terhubung dengan identitas asli pemiliknya.
Program ini mulai digalakkan untuk meminimalisir potensi penipuan, terorisme, dan aktivitas ilegal lainnya yang kerap memanfaatkan nomor telepon anonim. Dengan data biometrik, setiap pengguna dapat diidentifikasi secara akurat.
Sebelumnya, registrasi SIM card hanya mengandalkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan nomor Kartu Keluarga (KK). Namun, metode ini dinilai masih rentan terhadap pemalsuan atau penggunaan data orang lain.
Penerapan teknologi pengenalan wajah diharapkan dapat memperketat proses registrasi. Hal ini juga sejalan dengan perkembangan teknologi digital yang semakin pesat di Indonesia.
Masyarakat diimbau untuk segera melakukan registrasi ulang jika belum melakukannya. Proses ini penting demi keamanan data pribadi dan pencegahan penyalahgunaan nomor ponsel. Komdigi terus berupaya menyosialisasikan program ini ke seluruh lapisan masyarakat.
Langkah ini juga membuka peluang untuk pengembangan layanan digital lainnya yang membutuhkan verifikasi identitas kuat. Ke depannya, data biometrik ini dapat diintegrasikan dengan berbagai sistem kependudukan digital.
Pihak Komdigi memastikan bahwa data biometrik yang terkumpul akan dikelola dengan standar keamanan tinggi. Privasi pengguna menjadi prioritas utama dalam setiap tahapan implementasi program ini. Diharapkan, program ini dapat menciptakan ekosistem digital yang lebih aman dan terpercaya.
