Tuesday, 14 July 2026
BREAKING
EKONOMI

Blokade AS di Hormuz Picu Lonjakan Harga Minyak Dunia, Analis Soroti Dampak Geopolitik

Oleh Yohanes July 14, 2026 3 hours lalu 0 komentar

Harga minyak mentah dunia mengalami kenaikan tajam lebih dari 9% pada Senin, 13 Juli 2020. Penguatan berlanjut pada Selasa, 14 Juli 2020, menyusul langkah Amerika Serikat memberlakukan blokade baru.

Blokade ini ditujukan pada kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz, jalur pelayaran vital bagi perdagangan minyak global. Kebijakan AS tersebut memicu kekhawatiran pasar akan terganggunya pasokan minyak mentah dari Timur Tengah.

Selat Hormuz merupakan titik strategis yang menghubungkan Teluk Persia dengan Samudra Hindia. Sekitar 20% pasokan minyak dunia melewati jalur sempit ini setiap harinya. Gangguan di selat ini secara historis selalu berujung pada volatilitas harga minyak.

Analis pasar energi, Budi Santoso, menilai langkah AS ini memiliki implikasi geopolitik yang signifikan. “Ini bukan sekadar isu ekonomi, tapi juga menyoroti ketegangan yang terus memanas antara AS dan Iran di kawasan tersebut,” ujarnya.

Menurut Budi, blokade ini dapat memicu respon balasan dari Iran, yang berpotensi meningkatkan ketidakpastian pasokan. “Jika Iran membalas dengan menutup sebagian atau seluruh akses di Hormuz, dampak pada harga akan lebih parah lagi,” tambahnya.

Lonjakan harga minyak ini tentu akan berdampak pada perekonomian global yang masih dalam masa pemulihan pasca pandemi COVID-19. Kenaikan harga energi dapat meningkatkan biaya operasional industri dan berpotensi menaikkan inflasi.

Pemerintah negara-negara konsumen minyak kini tengah memantau ketat perkembangan situasi di Selat Hormuz. Mereka berharap agar eskalasi ketegangan tidak berlanjut dan pasokan minyak kembali stabil.

Sementara itu, para pelaku pasar minyak dunia diperkirakan akan terus mencermati setiap perkembangan terbaru terkait blokade ini. Sentimen pasar diperkirakan akan tetap sensitif terhadap isu-isu geopolitik yang melingkupi Selat Hormuz.

Peristiwa ini menegaskan kembali betapa krusialnya Selat Hormuz bagi stabilitas pasar energi global. Setiap kebijakan atau tindakan yang membatasi pergerakan di jalur ini akan langsung terasa dampaknya pada harga minyak dunia.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Indonesia juga dilaporkan sedang mengkaji dampak dari kenaikan harga minyak ini terhadap kebutuhan energi nasional. Namun, belum ada pernyataan resmi mengenai langkah mitigasi yang akan diambil.

Pasar global menanti langkah selanjutnya dari kedua belah pihak, AS dan Iran, serta bagaimana negara-negara lain akan merespons situasi yang berkembang. Kestabilan pasokan minyak dunia kini menjadi perhatian utama para pemangku kepentingan.

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Artikel Terkait