Monday, 13 July 2026
BREAKING
DUNIA

Kecaman Beijing atas Eskalasi Ketegangan AS-Iran: Seruan untuk De-eskalasi Mendesak

Oleh Heni Maulidya July 13, 2026 3 hours lalu 0 komentar

Beijing akhirnya angkat bicara mengenai memanasnya kembali hubungan antara Amerika Serikat dan Iran dalam beberapa hari terakhir. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning, memberikan pernyataan resmi terkait situasi yang kembali bergejolak ini.

Dalam konferensi pers rutin di Beijing pada hari Senin, Mao Ning menekankan pentingnya menahan diri dari tindakan yang dapat memperburuk ketegangan. China menyerukan agar semua pihak yang terlibat untuk menunjukkan ketenangan dan tidak mengambil langkah provokatif.

Pernyataan China ini muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran global akan potensi perang terbuka antara kedua negara. Serangan balasan Iran terhadap Israel dan respons lanjutan dari Amerika Serikat telah menciptakan lingkaran eskalasi yang dikhawatirkan dapat menarik lebih banyak negara ke dalam konflik.

Mao Ning menegaskan bahwa China selalu menganut prinsip non-intervensi dalam urusan dalam negeri negara lain. Namun, Beijing juga memandang bahwa perdamaian dan stabilitas regional sangat penting. Oleh karena itu, China berharap agar setiap sengketa dapat diselesaikan melalui jalur diplomatik dan dialog.

China juga menggarisbawahi pentingnya mematuhi piagam PBB dan hukum internasional. Semua negara, termasuk Amerika Serikat dan Iran, diharapkan untuk menghormati kedaulatan dan integritas wilayah negara lain. Beijing percaya bahwa solusi damai adalah satu-satunya jalan keluar yang berkelanjutan.

Sebelumnya, ketegangan antara AS dan Iran memuncak setelah serangkaian insiden yang dimulai dari serangan terhadap konsulat Iran di Damaskus, Suriah, yang dikaitkan dengan Israel. Iran kemudian melancarkan serangan drone dan rudal balasan ke wilayah Israel.

Amerika Serikat, yang merupakan sekutu utama Israel, telah menyatakan dukungannya terhadap hak Israel untuk membela diri. Namun, Washington juga berupaya mencegah konflik yang lebih luas di Timur Tengah. China, di sisi lain, telah berulang kali menyerukan agar semua pihak menahan diri dan mencari solusi damai.

Posisi China ini mencerminkan upaya Beijing untuk memainkan peran konstruktif dalam menjaga perdamaian internasional. Dengan kekuatan ekonominya, China memiliki pengaruh yang signifikan dalam forum-forum global. Seruan untuk de-eskalasi ini diharapkan dapat menjadi dorongan bagi semua pihak untuk kembali ke meja perundingan.

Situasi ini terus dipantau oleh komunitas internasional. Harapan terbesar adalah agar eskalasi tidak berlanjut dan dialog dapat segera dibuka untuk meredakan ketegangan yang semakin meningkat di kawasan Timur Tengah.

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Artikel Terkait