Pekan terakhir Piala Dunia 2022 memanas dengan spekulasi ekspansi format turnamen. Presiden FIFA, Gianni Infantino, mengisyaratkan kemungkinan penambahan jumlah tim peserta menjadi 64 tim di edisi 2026.
Rencana ambisius ini muncul di tengah euforia turnamen yang semakin mendekati puncaknya. Semifinal diprediksi akan menyajikan duel-duel akbar yang dinanti para penggemar sepak bola global.
Namun, di balik kemeriahan ajang sepak bola terbesar dunia, terselip cerita ironis dari para pelaku usaha lokal. Bisnis pub, yang biasanya meraup untung besar saat Piala Dunia, kini menghadapi tantangan berbeda.
Steve Hopkins, pemilik Shovel Inn di Stourbridge, Inggris, yang merupakan kampung halaman Jude Bellingham, justru berencana menutup usahanya pasca turnamen. Ia mengaku merasakan dampak negatif yang signifikan.
“Saya sudah mengalami enam Piala Dunia di bisnis pub,” ujar Hopkins. “Sebagian besar sangat fantastis untuk omzet. Tapi untuk kali ini, pengunjung sangat minim.”
Ia menambahkan, banyak orang memilih menghindari pub atau datang di menit-menit terakhir. “Dulu, pub bisa penuh sejak jam 3 atau 4 sore untuk pertandingan jam 8 malam.”
Hopkins menuturkan, di masa lalu, omzet bisa berlipat ganda selama Piala Dunia berlangsung. “Anda berbicara tentang menggandakan omzet saat Piala Dunia,” keluhnya.
Situasi ini menimbulkan pertanyaan tentang keberlanjutan bisnis pub tradisional di era digital. Kemudahan menonton pertandingan di rumah dengan teknologi terkini tampaknya menggerus daya tarik pub.
Meski begitu, tidak semua pub mengalami nasib serupa. Beberapa laporan menunjukkan bahwa pub yang berlokasi strategis dan menawarkan pengalaman menonton yang lebih meriah tetap diminati.
Pihak penyelenggara turnamen sendiri terus berupaya memaksimalkan potensi ekonomi dari ajang ini. Rencana ekspansi tim menjadi 64 peserta di Piala Dunia 2026 diharapkan dapat membuka peluang lebih besar bagi negara-negara berkembang untuk berpartisipasi.
Perubahan format ini tentu akan berdampak pada jadwal, logistik, dan tentu saja, potensi pendapatan. Infantino dan jajarannya tampaknya sedang memetakan strategi jangka panjang untuk Piala Dunia.
Sementara itu, para pemilik pub seperti Steve Hopkins harus menghadapi realitas bisnis yang berubah. Pertanyaan besar pun mengemuka: apa yang akan terjadi pada bisnis pub setelah euforia Piala Dunia 2022 mereda?
Analisis lebih mendalam mengenai dampak ekonomi Piala Dunia terhadap berbagai sektor usaha akan terus menjadi sorotan. Perkembangan selanjutnya mengenai rencana FIFA dan nasib pub lokal akan terus kami pantau.
