Fenomena benda bercahaya misterius yang melintasi langit Pulau Jawa pada hari Minggu, 16 Juni 2024, malam, sukses membuat geger masyarakat. Banyak warga yang menyaksikan peristiwa tak biasa ini, bahkan dilaporkan terdengar suara dentuman keras.
Suara dentuman yang terdengar itu ternyata merupakan dampak dari gelombang kejut. Gelombang kejut ini timbul akibat benda langit yang melesat dengan kecepatan tinggi di atmosfer.
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) akhirnya memberikan penjelasan ilmiah terkait fenomena yang sempat viral di media sosial ini. Menurut para ahli BRIN, objek yang terlihat bukanlah hal asing.
Objek tersebut merupakan meteor besar yang memasuki atmosfer Bumi. Peristiwa ini memang relatif jarang terjadi dengan skala sebesar ini.
Peneliti di Pusat Riset Antariksa BRIN, Andi Pangerang, menjelaskan bahwa meteor adalah benda angkasa yang kerap melintasi ruang antarplanet.
Saat meteor memasuki atmosfer Bumi, gesekan dengan udara akan menimbulkan panas. Panas inilah yang kemudian membuat meteor berpijar dan terlihat seperti bola api.
Ukuran meteor yang bervariasi menentukan intensitas cahayanya. Semakin besar ukurannya, semakin terang pula cahaya yang dihasilkan.
Andi menambahkan, suara dentuman yang terdengar adalah gelombang kejut. Gelombang kejut ini terbentuk ketika meteor melesat lebih cepat dari kecepatan suara di udara.
Kejadian ini terekam oleh beberapa kamera pengawas di berbagai lokasi di Pulau Jawa. Rekaman tersebut kemudian ramai dibagikan warganet.
BRIN terus memantau aktivitas benda langit yang berpotensi memasuki atmosfer Bumi. Upaya pemantauan ini penting untuk keselamatan.
Meskipun terlihat dramatis, fenomena meteor besar seperti ini umumnya tidak menimbulkan ancaman langsung bagi kehidupan di Bumi.
Sebagian besar meteor akan habis terbakar saat melintasi atmosfer. Hanya sebagian kecil yang ukurannya cukup besar untuk mencapai permukaan.
Masyarakat diimbau untuk tidak panik jika menyaksikan fenomena serupa di masa mendatang. Informasi ilmiah dari lembaga berwenang seperti BRIN dapat menjadi rujukan.
Penjelasan ini diharapkan dapat meluruskan berbagai spekulasi yang beredar di masyarakat terkait benda bercahaya tersebut.
Fenomena alam ini kembali mengingatkan kita akan luasnya alam semesta dan benda-benda yang terus bergerak di dalamnya.
