Monday, 13 July 2026
BREAKING
SEPAKBOLA

Jerman 2006: Ketika Prancis Hempaskan Spanyol Muda yang Dianggap Remeh

Oleh Danu Ilham July 13, 2026 3 hours lalu 0 komentar

Piala Dunia 2006 di Jerman menyimpan kisah dramatis. Salah satunya adalah bentrokan antara Prancis dan Spanyol di babak 16 besar.

Saat itu, Spanyol datang dengan skuad yang menjanjikan. Banyak pemain muda berbakat yang diprediksi akan menjadi bintang masa depan.

Mereka dijuluki sebagai ‘La Furia Roja’ generasi baru. Namun, Prancis, yang notabene tim kuat berpengalaman, justru dianggap sedikit meremehkan potensi Spanyol.

Pertandingan krusial ini digelar di Stadion RheinEnergie, Cologne. Tanggalnya adalah 27 Juni 2006.

Prancis, yang saat itu dilatih oleh Raymond Domenech, memiliki skuad yang diisi pemain veteran. Nama-nama seperti Zinedine Zidane, Thierry Henry, dan Lilian Thuram masih menjadi tulang punggung tim.

Sementara itu, Spanyol yang diasuh oleh Luis Aragonés, menampilkan kombinasi pemain berpengalaman dan talenta muda yang bersinar.

David Villa, Fernando Torres, dan Cesc Fàbregas adalah beberapa nama yang diharapkan membawa Spanyol melangkah lebih jauh.

Namun, di atas kertas, banyak pengamat lebih memfavoritkan Prancis.

Mereka menganggap pengalaman dan ketangguhan Prancis akan lebih unggul.

Persepsi bahwa Spanyol masih terlalu muda dan kurang matang menjadi narasi dominan.

Pertandingan pun dimulai dengan tensi tinggi.

Spanyol sempat unggul terlebih dahulu melalui gol David Villa pada menit ke-27.

Gol tersebut sempat membuat para pendukung Spanyol bersorak kegirangan.

Mereka melihat mimpi juara semakin dekat.

Namun, Prancis menunjukkan mental juara yang sesungguhnya.

Tiga menit kemudian, Franck Ribéry sukses menyamakan kedudukan untuk Prancis.

Gol penyeimbang itu membangkitkan semangat skuad Les Bleus.

Paruh pertama berakhir imbang 1-1.

Memasuki babak kedua, Prancis semakin mengendalikan permainan.

Tekanan demi tekanan dilancarkan ke lini pertahanan Spanyol.

Upaya Prancis akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-41.

Patrick Vieira mencetak gol kedua untuk Prancis, membalikkan keadaan.

Gol tersebut menjadi pukulan telak bagi Spanyol.

Mereka kesulitan untuk bangkit dari ketertinggalan.

Puncaknya, pada menit ke-90+2, Zinedine Zidane memastikan kemenangan Prancis.

Gol telat Zidane menutup pertandingan dengan skor akhir 3-1 untuk kemenangan Prancis.

Hasil ini mengejutkan banyak pihak.

Spanyol yang diprediksi akan menjadi kuda hitam justru tersingkir lebih awal.

Prancis, yang sempat diragukan, membuktikan diri sebagai tim yang sangat berbahaya.

Kemenangan ini menjadi bukti bahwa pengalaman seringkali lebih menentukan dalam turnamen besar.

Prancis terus melaju dan akhirnya mencapai final sebelum akhirnya kalah dari Italia.

Kisah ini menjadi pengingat penting dalam sejarah Piala Dunia.

Sebuah pelajaran bahwa tim muda yang menjanjikan pun harus membuktikan diri di lapangan.

Meremehkan lawan, sekecil apapun, bisa berakibat fatal.

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Artikel Terkait