Sunday, 12 July 2026
BREAKING
POLITIK

Waspada! Sumsel Dilanda 306 Kebakaran Hutan dan Lahan Hingga Juli 2026, PALI Paling Rawan

Oleh Danu Ilham July 12, 2026 3 hours lalu 0 komentar

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Selatan mencatat angka yang mengkhawatirkan. Hingga tanggal 9 Juli 2026, tercatat sebanyak 306 kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Peristiwa ini menjadi sorotan utama mengingat musim kemarau yang semakin intens dirasakan.

Data terbaru menunjukkan bahwa Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) menjadi daerah yang paling terdampak.

Wilayah ini mencatat jumlah kasus karhutla terbanyak dibandingkan daerah lain di Sumatera Selatan.

Peningkatan risiko kebakaran hutan dan lahan seiring dengan datangnya musim kemarau memang sudah diprediksi.

Pihak BPBD Sumatera Selatan terus berupaya melakukan mitigasi dan penanganan.

Kepala Pelaksana BPBD Sumatera Selatan, H. Iksan, mengungkapkan keprihatinannya atas situasi ini.

Beliau menekankan pentingnya kesadaran masyarakat dalam mencegah terjadinya karhutla.

Penyebab utama karhutla di Sumatera Selatan sebagian besar berasal dari aktivitas manusia.

Pembukaan lahan dengan cara membakar masih menjadi praktik yang kerap terjadi.

Hal ini diperparah dengan kondisi cuaca kering dan angin yang kencang saat musim kemarau.

BPBD telah mengaktifkan berbagai posko pemantauan di titik-titik rawan.

Tim gabungan dari TNI, Polri, dan masyarakat terus berjibaku memadamkan api.

Helikopter water bombing juga dikerahkan untuk membantu pemadaman dari udara.

Fokus penanganan saat ini diarahkan pada wilayah-wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.

Kabupaten PALI menjadi prioritas utama dalam upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla.

Pemerintah daerah juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan.

Sanksi tegas akan diberikan bagi pelaku pembakaran yang terbukti bersalah.

Musim kemarau diperkirakan akan berlangsung hingga beberapa bulan ke depan.

Oleh karena itu, kewaspadaan terhadap karhutla harus ditingkatkan.

BPBD Sumatera Selatan berkomitmen untuk terus memantau perkembangan situasi.

Koordinasi dengan seluruh pihak terkait akan terus diperkuat.

Tujuannya adalah untuk meminimalkan dampak karhutla terhadap lingkungan dan masyarakat.

Keterlibatan aktif dari seluruh elemen masyarakat sangat diharapkan dalam upaya pencegahan.

Kerja sama yang baik akan menjadi kunci keberhasilan dalam menghadapi ancaman karhutla ini.

Informasi terkini mengenai perkembangan karhutla akan terus disampaikan kepada publik.

Masyarakat diimbau untuk melaporkan setiap temuan titik api kepada pihak berwenang.

Upaya bersama ini penting demi menjaga kelestarian hutan dan lahan Sumatera Selatan.

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Artikel Terkait