Sunday, 12 July 2026
BREAKING
DUNIA

Polandia Akan Bangun Monumen Korban Genosida Perang Dunia II, Ukraina Jadi Sorotan

Oleh Rini Widiyarti July 12, 2026 3 hours lalu 0 komentar

Warsawa, Polandia – Perdana Menteri Polandia, Mateusz Morawiecki, mengumumkan rencana pembangunan sebuah monumen untuk mengenang para korban yang tewas dalam peristiwa yang disebutnya sebagai ‘genosida oleh kaum nasionalis Ukraina’ selama Perang Dunia II. Keputusan ini menambah panas hubungan historis antara Polandia dan Ukraina yang telah lama bersitegang terkait pembantaian warga sipil ribuan orang pada masa itu.

Ketegangan antara kedua negara tetangga ini bukan hal baru. Sejak beberapa dekade lalu, Warsawa dan Kyiv terus terlibat perdebatan sengit. Polemik utama berpusat pada pembunuhan massal warga sipil Polandia yang terjadi pada masa Perang Dunia II.

Peristiwa yang paling menonjol dan menjadi sumber utama perselisihan adalah pembantaian Volhynia. Di wilayah tersebut, diperkirakan puluhan ribu etnis Polandia dibunuh secara brutal oleh Tentara Pemberontak Ukraina (UPA). Tindakan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya pembersihan etnis.

Pemerintah Polandia secara konsisten menyebut tindakan UPA sebagai genosida. Mereka berargumen bahwa serangan tersebut ditujukan untuk memusnahkan populasi Polandia di wilayah tersebut. Di sisi lain, Ukraina memiliki pandangan yang berbeda mengenai peran UPA.

Kyiv mengakui adanya kekerasan dan pembunuhan yang terjadi, namun cenderung melihat UPA sebagai pejuang kemerdekaan yang berjuang melawan pendudukan Nazi Jerman dan Uni Soviet. Mereka juga menekankan bahwa ada korban dari kedua belah pihak dalam konflik tersebut.

Pengumuman Morawiecki ini muncul di tengah situasi geopolitik yang kompleks. Meskipun kedua negara saat ini menjadi sekutu dekat dalam menghadapi agresi Rusia, luka sejarah tampaknya masih membekas dan perlu diselesaikan. Pembangunan monumen ini diharapkan dapat menjadi simbol rekonsiliasi, sekaligus pengingat akan tragedi kemanusiaan yang pernah terjadi.

Langkah Polandia ini tentu akan memicu kembali diskusi dan possibly ketegangan dengan Ukraina. Penting bagi kedua negara untuk mencari cara penyelesaian yang konstruktif, agar sejarah kelam tidak menghalangi kerja sama di masa depan. Apalagi, saat ini kedua negara membutuhkan persatuan yang kuat.

Sejarah Perang Dunia II menyimpan banyak kisah pilu. Diperkirakan ribuan warga sipil tak berdosa menjadi korban kekejaman perang. Pengakuan dan peringatan terhadap para korban menjadi penting untuk mencegah terulangnya tragedi serupa.

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Artikel Terkait