Sunday, 12 July 2026
BREAKING
LIFESTYLE

Opera Perkuat Pertahanan Browser: Lindungi Pengguna dari Serangan ‘ClickFix’ yang Mengancam Komputer

Oleh Heni Maulidya July 12, 2026 3 hours lalu 0 komentar

Jakarta – Keamanan digital kembali menjadi sorotan. Peramban Opera kini meluncurkan fitur inovatif bernama ‘Paste Protect’ untuk membentengi penggunanya dari ancaman serangan siber canggih, khususnya jenis ‘ClickFix’. Fitur ini hadir sebagai respons terhadap temuan firma keamanan Huntress di awal tahun ini.

Serangan ClickFix dilaporkan memanfaatkan ekstensi peramban berbahaya. Pelaku kejahatan akan mengelabui pengguna agar menginstal ekstensi tersebut. Setelah terpasang, sebuah notifikasi palsu akan muncul di layar peramban.

Notifikasi tersebut menawarkan solusi perbaikan yang ternyata meminta pengguna menyalin perintah berbahaya. Perintah ini kemudian harus dijalankan melalui command prompt di perangkat pengguna. Ancaman ini berpotensi mengambil alih kendali komputer.

Sebelumnya, beban perlindungan sepenuhnya berada di tangan pengguna. Mereka harus ekstra hati-hati dalam mengunduh ekstensi peramban. Kini, Opera mengambil langkah proaktif dengan mengintegrasikan perlindungan ClickFix langsung ke dalam peramban.

Fitur Paste Protect dirancang khusus untuk menggagalkan serangan injeksi kode seperti ClickFix. Ketika mendeteksi potensi serangan, Paste Protect akan menampilkan peringatan. Pengguna akan diimbau untuk tidak menyalin perintah yang dicurigai berbahaya.

Sebagai alternatif, fitur ini menyediakan tombol untuk menutup tab guna menghindari jebakan serangan. Namun, bagi yang ingin memastikan, terdapat opsi ‘Show content’. Opsi ini akan menampilkan 120 karakter pertama dari perintah yang ditandai sebagai mencurigakan.

Bagi pengguna yang yakin bahwa peringatan tersebut adalah positif palsu, Opera menyediakan tombol ‘Hold to copy (unsafe)’. Untuk menyalin kode, pengguna harus menahan tombol ini selama lebih dari lima detik. Ini merupakan langkah pencegahan agar pengguna tidak sembarangan menjalankan kode.

Pengguna juga dapat mengatur agar Opera selalu mengizinkan penyalinan kode dari situs terpercaya. Hal ini penting untuk menghindari pemblokiran kode yang sah. Peringatan ini diharapkan cukup bagi pengguna awam untuk menyadari adanya kejanggalan, mirip dengan mekanisme keamanan pada sistem operasi.

Serangan ClickFix terbilang canggih. Pelaku bisa menampilkan verifikasi captcha palsu yang dirancang untuk gagal. Solusinya kemudian diberikan dalam bentuk kode berbahaya yang bisa dijalankan di perangkat.

Opera mengklaim menggunakan teknik deteksi spesifik platform untuk Linux, macOS, dan Windows. Tujuannya adalah mengidentifikasi pola skrip berbahaya dan memblokirnya melalui Paste Protect.

Ini bukan kali pertama Opera menghadirkan fitur keamanan inovatif. Sebelumnya, peramban ini telah memiliki fitur ‘Hijack Protection’. Fitur ini mencegah situs web mengganti isi clipboard pengguna tanpa izin.

Hijack Protection memastikan tautan yang disalin tetap sesuai aslinya dan tidak diganti dengan URL berbahaya. Paste Protect menambahkan lapisan keamanan ekstra yang signifikan bagi pengguna Opera.

Meskipun fitur keamanan tambahan sangat disambut baik, kewaspadaan pengguna tetap menjadi pertahanan terbaik. Hindari menginstal ekstensi atau aplikasi dari sumber yang tidak dikenal. Jangan pernah mengklik tautan mencurigakan, dan selalu pastikan 100% pemahaman Anda sebelum menjalankan kode dari internet ke command prompt perangkat.

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Artikel Terkait