Datangnya musim kemarau di dataran tinggi Dieng, Jawa Tengah, membawa serta udara dingin menusuk tulang. Para wisatawan yang berencana mengunjungi kawasan wisata populer ini pada bulan Juli hingga September kelak, diimbau untuk mempersiapkan diri menghadapi suhu udara yang bisa menyentuh angka di bawah nol derajat Celcius.
Kondisi cuaca ekstrem ini memang menjadi daya tarik tersendiri bagi sebagian pengunjung. Namun, suhu dingin yang parah juga berpotensi menimbulkan fenomena embun beku atau yang kerap disebut masyarakat lokal sebagai ’embun upas’.
Fenomena embun beku ini biasanya terjadi ketika suhu udara turun drastis hingga di bawah titik beku air. Uap air yang ada di udara kemudian mengembun dan membeku di permukaan benda-benda, seperti dedaunan, rumput, hingga atap rumah.
Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap, Sri Haryanti, menjelaskan bahwa periode Juli hingga September merupakan puncak musim kemarau di sebagian besar wilayah Indonesia, termasuk Dieng. Puncak kemarau inilah yang menjadi pemicu utama anjloknya suhu udara di dataran tinggi.
“Puncak musim kemarau biasanya terjadi pada bulan Agustus. Di Dieng, suhu udara bisa mencapai minus 1 hingga minus 3 derajat Celcius pada dini hari,” ujar Sri Haryanti saat dikonfirmasi.
Ia menambahkan bahwa dengan suhu serendah itu, embun beku bisa dipastikan akan muncul. Fenomena ini bukan hanya sekadar pemandangan indah, tetapi juga dapat berdampak pada pertanian lokal. Tanaman hortikultura yang menjadi andalan petani Dieng sangat rentan terhadap suhu beku.
Oleh karena itu, para petani diimbau untuk melakukan berbagai upaya antisipasi guna melindungi tanaman mereka dari kerusakan akibat embun beku. Beberapa cara yang bisa dilakukan antara lain menyiram tanaman dengan air pada malam hari sebelum embun terbentuk, menutupi tanaman dengan plastik atau terpal, serta melakukan pemanenan sebelum embun beku muncul.
Bagi wisatawan yang ingin merasakan sensasi dinginnya Dieng, disarankan untuk membawa perlengkapan yang memadai. Jaket tebal, syal, sarung tangan, dan topi menjadi barang wajib yang tak boleh ketinggalan. Memakai pakaian berlapis-lapis juga sangat direkomendasikan untuk menjaga kehangatan tubuh.
Selain itu, wisatawan juga perlu memperhatikan kondisi kesehatan. Udara dingin yang ekstrem dapat memicu berbagai masalah kesehatan, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit pernapasan atau jantung. Sebaiknya hindari aktivitas fisik berat di luar ruangan saat suhu sangat dingin.
Keindahan Dieng saat diselimuti embun beku memang menawarkan pengalaman liburan yang tak terlupakan. Namun, persiapan yang matang adalah kunci untuk menikmati keindahan tersebut dengan aman dan nyaman.
