Jakarta – Ruben Onsu memberikan sinyal positif terkait keinginan mantan istrinya, Sarwendah, untuk mengambil alih sepenuhnya rumah yang berlokasi di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan. Rumah ini kini menjadi hunian Sarwendah bersama kedua putri mereka pasca keduanya resmi berpisah.
Minola Sebayang, kuasa hukum Ruben Onsu, mengonfirmasi bahwa kliennya tidak keberatan dengan permintaan tersebut. Namun, ada beberapa syarat krusial yang harus dipenuhi.
Pihak Ruben menekankan bahwa pengalihan aset harus disertai kesiapan Sarwendah menanggung seluruh tanggung jawab finansial yang masih melekat pada properti tersebut. Ini termasuk kewajiban cicilan bank yang belum terselesaikan.
Ruben mempersilakan Sarwendah untuk menguasai rumah tersebut sepenuhnya. Namun, semua sisa kewajiban atau cicilan di bank wajib diselesaikan oleh pihak yang mengambil alih. Penting juga adanya kejelasan mengenai porsi kontribusi masing-masing pihak untuk menghindari kesalahpahaman di masa mendatang.
Lebih lanjut, Ruben meminta pengembalian dana atas cicilan yang telah ia bayarkan sejak awal jika rumah tersebut diklaim sepihak oleh Sarwendah. Penjelasan ini menjadi fondasi agar pembagian harta bersama berjalan adil dan transparan.
Di balik persetujuannya, Minola mengungkapkan adanya kekhawatiran dari Ruben Onsu. Ia cemas jika anak-anak mereka kelak memiliki persepsi keliru mengenai peran ayahnya dalam menyediakan tempat tinggal.
Ruben tidak ingin anak-anaknya berpikir bahwa ia tidak berkontribusi sama sekali dalam penyediaan rumah. Ia khawatir perannya terhapus jika rumah tersebut dianggap murni hasil usaha Sarwendah.
Untuk itu, pihak Ruben mengusulkan adanya perhitungan yang matang dan terbuka. Tujuannya agar anak-anak mengetahui bahwa rumah tersebut merupakan hasil jerih payah kedua orang tua mereka.
Sebagai informasi, perceraian Ruben Onsu dan Sarwendah resmi diputus pada 24 September 2024 melalui putusan verstek Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Sarwendah memilih mempertahankan rumah di Cilandak, namun properti tersebut masih terikat pinjaman bank atas nama Ruben.
Kabarnya, cicilan rumah tersebut diduga sudah tidak dibayarkan sejak tahun 2024. Hal ini memicu keinginan Sarwendah untuk mengambil alih pengelolaan aset demi kepastian tempat tinggal bersama anak-anaknya.
