Friday, 10 July 2026
BREAKING
POLITIK

Alasan Polda NTB Cegah Santri Korban Pembakaran ke Podcast Denny Sumargo Terungkap

Oleh Danu Ilham July 10, 2026 3 hours lalu 0 komentar

Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) akhirnya angkat bicara mengenai alasan di balik pencegahan santri yang menjadi korban pembakaran untuk hadir dalam podcast bersama presenter ternama, Denny Sumargo.

Langkah ini diambil demi melindungi hak-hak korban yang masih dalam proses pemulihan. Keputusan ini sempat menimbulkan pertanyaan publik.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda NTB, Kombes Pol. Syamsudin Baharuddin, menjelaskan kronologi kejadian dan dasar hukum tindakan tersebut.

Menurut Kombes Syamsudin, pihaknya mendapat informasi rencana kedatangan korban ke Jakarta untuk memenuhi undangan podcast. Informasi ini diterima pada hari Minggu, 14 April 2024.

Pihak kepolisian merasa perlu melakukan langkah pencegahan. Tujuannya adalah untuk memastikan kondisi korban benar-benar stabil dan layak untuk melakukan perjalanan.

“Kita memang melihat ada kesempatan untuk dia (korban) datang ke podcast itu, tapi kita harus melindungi korban,” ujar Kombes Syamsudin di Mataram, Selasa (16/4/2024).

Ia menegaskan bahwa pencegahan bukanlah untuk menghalangi hak korban bersuara. Namun, lebih kepada menjaga aspek kesehatan dan psikologisnya.

“Kita harus lihat kondisi psikis dan fisiknya. Jangan sampai nanti ada masalah baru. Kalau dia belum siap, kita jangan paksa,” jelasnya.

Kombes Syamsudin menambahkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan keluarga korban. Diskusi tersebut fokus pada kondisi terkini sang santri.

Keluarga korban juga diimbau untuk memprioritaskan kesembuhan. Perjalanan jauh dan paparan publik dianggap berpotensi memberatkan proses pemulihan.

“Kita sudah bicara dengan keluarga, agar fokus pada penyembuhan. Kita tidak mau ada eksploitasi terhadap korban,” tegas Kombes Syamsudin.

Ia kembali menekankan bahwa tindakan ini murni untuk kepentingan terbaik korban. Hak-haknya sebagai individu yang telah mengalami trauma berat harus dijaga.

Polda NTB berkomitmen untuk terus mendampingi proses pemulihan korban. Termasuk dalam hal memberikan ruang aman dari tekanan publik yang berlebihan.

Kehadiran korban dalam podcast tersebut memang diharapkan oleh banyak pihak. Namun, kepolisian memandang keselamatan dan kesehatan korban adalah prioritas utama.

Pihak kepolisian akan terus memantau perkembangan kondisi santri tersebut. Keputusan mengenai aktivitas di luar rumah sakit akan selalu mempertimbangkan rekomendasi medis.

Tindakan pencegahan ini diharapkan dapat dipahami oleh publik. Ini adalah bagian dari upaya perlindungan terhadap individu yang rentan.

Kasus pembakaran santri ini memang menyita perhatian luas. Upaya perlindungan korban menjadi krusial di tengah sorotan publik.

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Artikel Terkait