Friday, 10 July 2026
BREAKING
DUNIA

Donald Trump Tergelincir Lidah: Sebut Iran sebagai ‘Republik Islam Jepang’ di Panggung NATO

Oleh Heni Maulidya July 10, 2026 4 hours lalu 0 komentar

Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali mencuri perhatian publik internasional.

Kali ini, kesalahannya bukan terkait kebijakan, melainkan insiden lidah yang tergelincir saat forum penting.

Dalam sebuah kesempatan di KTT NATO, Trump secara keliru menyebut Iran sebagai ‘Republik Islam Jepang’.

Momen yang tak terduga ini sontak menyedot perhatian para hadirin dan awak media yang hadir.

Kejadian tersebut terjadi saat Trump tengah menyampaikan pidatonya mengenai isu-isu keamanan global.

Ia bermaksud membahas terkait negara Iran, namun yang terlontar justru nama Jepang.

Kesalahan penyebutan ini tentu saja menimbulkan kebingungan dan sedikit tawa dari audiens.

Para pengamat politik dan media segera menyoroti insiden tersebut sebagai salah satu momen unik dalam KTT NATO.

Belum ada klarifikasi resmi dari pihak Gedung Putih mengenai apakah kesalahan tersebut disengaja atau murni kekeliruan.

Namun, secara umum, insiden ini dianggap sebagai salah satu ‘slip of the tongue’ yang cukup mencolok dari seorang pemimpin dunia.

Trump memang dikenal memiliki gaya komunikasi yang blak-blakan dan terkadang kontroversial.

Terlepas dari kejadian ini, KTT NATO sendiri membahas berbagai agenda penting.

Fokus utama pertemuan para pemimpin negara aliansi Atlantik Utara ini adalah penguatan kerja sama pertahanan.

Mereka juga mendiskusikan ancaman keamanan terkini yang dihadapi negara-negara anggota.

Termasuk di dalamnya adalah isu-isu terkait Rusia, terorisme, dan keamanan siber.

Namun, narasi tentang Iran dan Jepang yang tertukar oleh Trump tampaknya akan menjadi salah satu cerita yang paling banyak dibicarakan dari pertemuan tersebut.

Kesalahan penyebutan nama negara ini, meskipun mungkin tidak berdampak langsung pada substansi kebijakan, tetap menjadi sorotan.

Hal ini kembali mengingatkan publik akan pentingnya ketelitian dalam setiap ucapan seorang pemimpin negara.

Terutama ketika berbicara di forum internasional yang disaksikan oleh dunia.

Insiden ini juga memicu diskusi lebih luas mengenai bagaimana media memberitakan kesalahan-kesalahan semacam itu.

Apakah fokusnya pada kesalahan itu sendiri atau tetap pada substansi isu yang dibahas.

Para ahli bahasa dan komunikasi juga turut memberikan pandangan mengenai fenomena ‘slip of the tongue’ pada tokoh publik.

Mereka menjelaskan bahwa hal tersebut bisa disebabkan oleh berbagai faktor.

Mulai dari kelelahan, stres, hingga sekadar kebiasaan berpikir yang cepat.

Namun, bagi sebagian orang, kesalahan ini bisa menjadi indikasi lain dari perhatian seorang pemimpin terhadap detail.

Apapun interpretasinya, momen Trump salah sebut Iran jadi Jepang ini telah menjadi viral.

Dan tak pelak lagi, akan dikenang sebagai salah satu kejadian menarik di KTT NATO kali ini.

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Artikel Terkait