Friday, 10 July 2026
BREAKING
KESEHATAN

Terobosan Baru Pereda Nyeri Kronis: Melatonin Tunjukkan Potensi Selevel Obat Opioid

Oleh Rini Widiyarti July 10, 2026 5 hours lalu 0 komentar

Sebuah tinjauan sistematis terbaru mengungkap potensi melatonin dalam meredakan nyeri kronis. Senyawa alami yang umum ditemukan dalam suplemen tidur ini menunjukkan efektivitas yang sebanding dengan obat pereda nyeri konvensional, termasuk opioid.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal PAIN ini menganalisis berbagai studi terkait penggunaan melatonin untuk nyeri muskuloskeletal kronis. Hasilnya cukup mengejutkan: melatonin mampu mengurangi tingkat keparahan nyeri hingga pada level yang mirip dengan obat-obatan resep.

Meskipun demikian, para peneliti menekankan bahwa sebagian besar perbedaan yang ditemukan belum mencapai ambang batas yang secara klinis signifikan. Artinya, melatonin bisa menjadi alternatif yang menjanjikan, namun bukan berarti sepenuhnya menggantikan terapi medis yang sudah ada.

Kangchao Wu, seorang mahasiswa PhD dari Charles Perkins Centre di Australia, menyambut baik temuan ini. “Melatonin sudah umum dimiliki masyarakat, harganya terjangkau, dan kita tahu keamanannya,” ujarnya dalam siaran pers.

Wu menambahkan, “Yang menarik adalah melatonin juga dapat membantu mengelola nyeri kronis. Ini membuka peluang untuk mengurangi ketergantungan pada obat-obatan yang memiliki risiko lebih tinggi.”

Senyawa melatonin secara alami diproduksi oleh kelenjar pineal di otak dan berperan penting dalam mengatur siklus tidur-bangun. Namun, penelitian ini menyoroti fungsi lain melatonin yang belum banyak diketahui, yaitu kemampuannya memodulasi respons nyeri.

Mekanisme pasti bagaimana melatonin bekerja dalam meredakan nyeri kronis masih terus diteliti. Diduga, melatonin memiliki sifat anti-inflamasi dan antioksidan yang dapat membantu mengurangi peradangan dan kerusakan jaringan, yang seringkali menjadi akar penyebab nyeri kronis.

Bagi jutaan orang di seluruh dunia yang menderita nyeri kronis, temuan ini menawarkan harapan baru. Terutama bagi mereka yang mengalami efek samping tidak diinginkan dari obat pereda nyeri kuat, seperti opioid, yang dapat menyebabkan kecanduan dan masalah kesehatan lainnya.

Namun, penting untuk diingat bahwa informasi ini bersifat edukatif. Penggunaan melatonin untuk manajemen nyeri kronis sebaiknya tetap dikonsultasikan dengan profesional medis. Dokter dapat mengevaluasi kondisi pasien secara keseluruhan dan memberikan rekomendasi terapi yang paling tepat dan aman.

Para ahli menyarankan agar penelitian lebih lanjut dilakukan untuk memahami dosis optimal, durasi penggunaan, dan potensi interaksi melatonin dengan obat lain. Hal ini penting untuk memastikan keamanan dan efektivitasnya sebagai pilihan terapi tambahan.

Dengan semakin banyaknya bukti ilmiah yang mendukung, melatonin berpotensi menjadi bagian penting dari strategi penanganan nyeri kronis di masa depan.

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Artikel Terkait