Penyanyi muda Betrand Peto akhirnya buka suara terkait dinamika yang terjadi dalam keluarga orang tuanya, Ruben Onsu dan Sarwendah. Remaja yang akrab disapa Onyo ini menyampaikan harapan tulus agar perselisihan yang tengah hangat dibicarakan publik segera menemukan titik terang.
Dalam pernyataannya, Betrand Peto dengan tegas meminta pihak eksternal untuk tidak ikut campur dalam urusan rumah tangga keluarganya. Ia menekankan bahwa orang-orang yang saat ini mendampingi ibundanya, Sarwendah, sebaiknya tidak mengintervensi permasalahan domestik tersebut.
Meskipun menyadari posisinya sebagai anak angkat, Betrand merasa memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga keharmonisan dan ketenangan orang tua yang telah membesarkannya. Ia mengaku selama ini selalu berusaha menahan diri dan tidak ingin terlibat terlalu dalam pada konflik internal yang terjadi antara Ruben dan Sarwendah.
Betrand berharap siapapun, termasuk kerabat terdekat, dapat menghormati privasi permasalahan ini. Menurutnya, bentuk dukungan terbaik yang bisa diberikan adalah doa tulus untuk kebaikan, tanpa memperkeruh suasana yang sudah ada.
Pesan kunci yang disampaikan Betrand Peto dalam pernyataannya meliputi tiga hal utama. Pertama, ia meminta semua pihak yang bersama Sarwendah untuk tidak mencampuri urusan rumah tangga. Kedua, ia menegaskan bahwa dirinya sendiri sebagai anak memilih untuk tidak ikut campur dalam masalah tersebut. Ketiga, ia menyatakan dukungan penuh agar permasalahan antara Ruben dan Sarwendah dapat segera terselesaikan secara damai.
Pernyataan ini menunjukkan kedewasaan Betrand dalam menyikapi keretakan hubungan orang tua yang telah membesarkannya. Ia memosisikan diri sebagai pendukung tanpa memihak salah satu pihak yang berseteru.
Selain permintaan privasi, Betrand juga memberikan saran spesifik kepada Giorgio Antonio, kekasih baru Sarwendah. Saran ini berkaitan erat dengan sengketa rumah di kawasan Cilandak yang kini menjadi salah satu poin perselisihan antara Ruben dan Sarwendah.
Betrand menyarankan agar pasangan Sarwendah saat ini membangun hunian baru untuk ibundanya. Tujuannya adalah agar tidak ada lagi perdebatan panjang mengenai hak kepemilikan rumah yang mereka tinggali saat ini.
Perlu diingat, poin perselisihan antara Ruben Onsu dan Sarwendah mencakup beberapa aspek penting. Mulai dari sengketa properti berupa gugatan pengambilalihan rumah di Cilandak, persoalan finansial terkait klaim uang nafkah yang tidak diberikan selama enam bulan, hingga keluhan Ruben mengenai sulitnya akses bertemu anak-anaknya.
Betrand menegaskan bahwa ia mengetahui persis proses pembangunan rumah di Cilandak tersebut sejak awal. Oleh karena itu, ia merasa solusi terbaik untuk mengakhiri polemik harta ini adalah dengan adanya hunian baru yang mandiri bagi sang bunda.
Sebagai informasi tambahan, Ruben Onsu dan Sarwendah telah resmi diputuskan bercerai oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada 24 September 2024 lalu. Keputusan tersebut diambil secara verstek karena pihak tergugat tidak hadir dalam persidangan.
Hingga kini, polemik mengenai pembagian aset dan nafkah masih terus bergulir di berbagai platform. Betrand berharap melalui pesan terbukanya ini, semua pihak dapat bertindak lebih bijak dan mengutamakan kenyamanan keluarga besar mereka.











