Harapan Baru Pasien Kanker Kepala Leher: Terapi Amivantamab Beri Respons Jangka Panjang

Rini Widiyarti

Sebuah terobosan dalam pengobatan kanker kepala dan leher stadium lanjut kini hadir. Terapi suntik amivantamab menunjukkan potensi luar biasa dalam menghasilkan respons yang cepat dan berkelanjutan bagi pasien.

Studi terbaru mengungkap bahwa amivantamab yang diberikan secara subkutan mampu memicu respons signifikan pada pasien kanker kepala dan leher yang kambuh atau telah menyebar (metastasis). Khususnya, terapi ini menargetkan kasus yang tidak terkait dengan Human Papillomavirus (HPV).

Temuan ini dipresentasikan dalam ASCO Annual Meeting. Hasilnya juga diterbitkan bersamaan di Journal of Clinical Oncology. Hampir separuh pasien menunjukkan respons positif terhadap pengobatan.

Lebih menggembirakan lagi, lebih dari tiga perempat pasien mengalami penyusutan lesi target. Ini menandakan efektivitas terapi dalam mengecilkan ukuran tumor.

“Hasil ini sangat bermakna,” ujar Barbara Burtness, MD, FASCO, kepala kanker kepala dan leher/sarkoma di Yale Cancer Center. Beliau merupakan penulis senior studi ini.

Beliau menambahkan, beberapa pasien yang menghentikan terapi sebelumnya menunjukkan respons yang positif.

Kanker kepala dan leher merupakan tantangan medis yang kompleks. Banyak kasus kambuh atau menyebar, meninggalkan pilihan pengobatan yang terbatas.

Amivantamab bekerja dengan cara menargetkan protein tertentu pada sel kanker. Mekanisme ini diyakini berperan dalam menekan pertumbuhan tumor.

Studi ini melibatkan sejumlah pasien dengan kondisi kanker kepala dan leher yang resisten terhadap pengobatan standar. Mereka menerima amivantamab subkutan.

Respons dinilai berdasarkan kriteria standar, termasuk perubahan ukuran tumor dan kelangsungan hidup pasien.

Keberhasilan amivantamab dalam studi ini membuka jalan bagi pengembangan strategi terapi baru. Terutama bagi pasien yang tidak merespons atau mengalami kekambuhan setelah terapi awal.

Para peneliti menekankan pentingnya penelitian lebih lanjut untuk memahami sepenuhnya potensi amivantamab. Termasuk dosis optimal dan kombinasi dengan terapi lain.

Temuan ini memberikan secercah harapan baru bagi pasien kanker kepala dan leher di seluruh dunia. Terapi ini berpotensi mengubah lanskap pengobatan penyakit mematikan ini.

Ke depan, studi klinis lebih besar diharapkan dapat mengkonfirmasi efektivitas dan keamanan amivantamab. Serta memperluas akses pasien terhadap pengobatan inovatif ini.

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All