Warner Bros. dilaporkan menghadapi potensi kerugian finansial yang signifikan, bahkan bisa mencapai Rp2,1 triliun, akibat performa kurang memuaskan dari film terbaru mereka, Supergirl: Woman of Tomorrow. Film yang dibintangi Milly Alcock ini gagal mendulang kesuksesan yang diharapkan di pasar perfilman global.
Film yang digarap Craig Gillespie dan ditulis oleh Ana Nogueira ini hanya mampu meraup pendapatan kotor US$37,1 juta di Amerika Utara dan US$25,5 juta dari pasar internasional. Total pendapatan global di pekan perdana peluncurannya mencapai US$62,6 juta. Angka ini dinilai jauh di bawah ekspektasi, terutama mengingat besarnya anggaran produksi.
Menurut laporan Variety, Supergirl memiliki bujet produksi mencapai US$170 juta. Angka ini belum termasuk biaya promosi dan pemasaran yang diperkirakan mencapai US$120 juta. Dengan perhitungan tersebut, film ini membutuhkan minimal US$375 juta untuk mencapai titik impas. Namun, perkiraan dari sumber internal proyek film ini menyebutkan angka titik impas lebih realistis berada di kisaran US$300 juta.
Analis industri, Jeff Bock dari Exhibitor Relations, menilai bahwa Supergirl bukanlah karakter yang secara historis mampu menghasilkan film blockbuster besar. "Persepsi penonton terhadap Supergirl tidak bagus," ujar Bock. "Film ini tidak cukup kuat untuk menjadi sebuah peristiwa besar."
Proyeksi pendapatan akhir untuk Supergirl diperkirakan mentok di angka US$100 juta dari pasar domestik dan US$200-210 juta secara global. Jika proyeksi ini tercapai, Warner Bros. masih akan menghadapi kerugian antara US$100-120 juta, yang setara dengan Rp1,7 hingga Rp2,1 triliun, dengan asumsi kurs Rp17.901 per dolar AS.
Ini menjadi pukulan telak bagi DC Universe yang baru saja di-reboot di bawah kepemimpinan James Gunn. Film ini menjadi kegagalan besar kedua bagi Warner Bros. tahun ini, setelah The Bride! yang hanya meraup US$23 juta dari anggaran US$90 juta. Sebelumnya, studio ini sempat mencatat keuntungan tipis dari Wuthering Heights dan The Mummy.
Supergirl: Woman of Tomorrow sendiri berlatar saat Kara Zor-El dikejar oleh pembunuh antargalaksi bernama Krem. Dalam perjalanannya, ia berkolaborasi dengan Ruthye, seorang gadis alien muda yang juga membalas dendam. Film ini merupakan adaptasi dari seri komik Supergirl: Woman of Tomorrow karya Tom King.
Film ini dibintangi Milly Alcock sebagai Kara Zor-El, bersama Matthias Schoenaerts, Jason Momoa, David Krumholtz, dan Emily Beecham. Kemunculan David Corenswet sebagai Superman juga semakin mempertegas posisinya dalam semesta DC, menyusul perannya di film Superman (2025) dan Superman: Man of Tomorrow (2027). Film Supergirl sendiri telah tayang di bioskop Indonesia sejak 24 Juni 2026.











