Perkuat Kerja Sama Strategis, Presiden Prabowo Subianto Terima Kunjungan Kenegaraan Presiden Belarus Alexander Lukashenko

Heni Maulidya

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menerima kunjungan kenegaraan Presiden Belarus Alexander Lukashenko di Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis (2/7). Pertemuan ini merupakan kunjungan balasan dari pihak Belarus setelah Presiden Prabowo melakukan lawatan resmi ke negara tersebut pada 15 Juli tahun lalu.

Rombongan Presiden Lukashenko tiba di kawasan Istana Kepresidenan sekitar pukul 11.25 WIB. Sebelumnya, iring-iringan kendaraan tamu negara tersebut sempat berkeliling di area Monumen Nasional (Monas) dengan pengawalan ketat dari 80 pasukan berkuda dan 17 pasukan motoris hingga memasuki area utama Istana.

Setibanya di halaman depan Istana Merdeka, Presiden Prabowo menyambut hangat kedatangan Lukashenko. Prosesi penyambutan kenegaraan berlangsung khidmat dengan iringan pasukan kehormatan, serta dimeriahkan oleh penampilan Tari Enggang dari Kalimantan Timur. Tarian tradisional Suku Dayak Kenyah tersebut ditampilkan sebagai simbol penghormatan dan keramahan khas Indonesia bagi tamu agung.

Acara kemudian dilanjutkan dengan upacara resmi yang mencakup kumandang lagu kebangsaan kedua negara. Suasana semakin sakral dengan dentuman 21 meriam sebagai bentuk penghormatan tertinggi bagi Presiden Belarus. Usai inspeksi pasukan kehormatan, kedua pemimpin negara memperkenalkan jajaran delegasi masing-masing sebelum beranjak ke Ruang Kredensial untuk sesi foto bersama dan penandatanganan buku tamu kenegaraan.

Sejumlah menteri Kabinet Merah Putih turut mendampingi Presiden Prabowo dalam pertemuan tersebut. Di antaranya adalah Menteri Luar Negeri Sugiono, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, serta Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. Selain itu, hadir pula Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Investasi Rosan Roeslani, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Menteri Kebudayaan Fadli Zon, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Menteri Luar Negeri Sugiono menjelaskan bahwa kunjungan ini menandai fase baru yang lebih intensif dalam hubungan bilateral kedua negara. Pemerintah Indonesia memprioritaskan kerja sama strategis yang selaras dengan agenda nasional, terutama dalam aspek ketahanan pangan dan energi. Selain itu, kolaborasi di sektor pertanian, perdagangan komoditas, hingga bahan baku pupuk menjadi poin krusial yang dibahas dalam pertemuan tersebut.

Sebagai salah satu mitra penting di kawasan Eurasia, Belarus memiliki posisi strategis bagi Indonesia. Mengingat kedua negara telah menandatangani perjanjian perdagangan bebas dengan Uni Ekonomi Eurasia (EAEU) pada Desember 2025, kunjungan ini diharapkan mampu memperluas cakupan investasi serta pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pertemuan bilateral antara Presiden Prabowo dan Presiden Lukashenko diharapkan dapat memberikan dampak konkret bagi penguatan ekonomi kedua negara di masa depan.

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All