Presiden Prabowo Subianto Terima Kunjungan Kenegaraan Presiden Belarus Alexander Lukashenko di Jakarta

Heni Maulidya

Presiden Prabowo Subianto hari ini, Kamis (2/7), menerima kunjungan kenegaraan Presiden Belarus, Alexander Lukashenko, di Istana Merdeka, Jakarta Pusat. Pertemuan bilateral ini menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan diplomatik antara kedua negara yang kini memasuki babak baru yang lebih intensif.

Menteri Luar Negeri Sugiono mengungkapkan bahwa kehadiran Lukashenko merupakan kunjungan balasan setelah Presiden Prabowo melakukan lawatan resmi ke Belarus pada 15 Juli silam. Dalam pertemuan di Istana Merdeka, kedua pemimpin negara fokus membahas penguatan kerja sama di berbagai sektor strategis yang selama ini telah diidentifikasi potensinya.

Agenda utama dalam pertemuan ini adalah peluncuran peta jalan atau roadmap hubungan bilateral antara Indonesia dan Belarus. Menurut Sugiono, peluncuran roadmap ini menjadi bukti nyata komitmen kedua negara untuk meningkatkan kerja sama yang lebih konkret dan terukur.

Pemerintah Indonesia menaruh perhatian besar pada sektor ketahanan pangan dan ketahanan energi dalam kolaborasi ini. Fokus tersebut sejalan dengan agenda prioritas Presiden Prabowo dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Selain energi dan pangan, kedua negara juga menyepakati perluasan kerja sama di sektor pertanian. Hal ini mencakup perdagangan komoditas unggulan serta pasokan bahan baku pupuk yang krusial bagi kebutuhan domestik Indonesia.

Terkait detail proyek konkret, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman sebelumnya telah memberikan bocoran mengenai permintaan Belarus. Negara tersebut meminta Indonesia untuk memasok 14 ribu ton minyak sawit mentah atau CPO serta sekitar 120 ribu ton kakao per tahun. Selain perdagangan komoditas, kedua negara juga tengah menjajaki kolaborasi di bidang mekanisasi pertanian serta transfer teknologi alat mesin pertanian.

Kunjungan ini merupakan lawatan kedua Lukashenko ke Indonesia sejak kunjungan pertamanya pada tahun 2013 lalu. Pemerintah Indonesia berharap pertemuan ini tidak hanya mempererat hubungan diplomatik, tetapi juga membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi kedua belah pihak.

Belarus sendiri merupakan mitra penting bagi Indonesia di kawasan Eurasia sekaligus anggota utama Uni Ekonomi Eurasia (EAEU). Hubungan kedua negara semakin diperkuat dengan penandatanganan perjanjian perdagangan bebas atau Indonesia-EAEU Free Trade Agreement pada Desember 2025. Perjanjian tersebut diharapkan mampu memberikan akses pasar yang lebih luas bagi produk-produk Indonesia di wilayah Eurasia.

Melalui sinergi yang terbangun, pemerintah optimistis bahwa kerja sama ini akan memberikan dampak positif bagi pembangunan ekonomi nasional. Pertemuan hari ini menjadi langkah awal dari implementasi berbagai rencana strategis yang telah disepakati oleh kedua negara untuk masa depan.

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All