Donald Trump mencatatkan lonjakan kekayaan luar biasa setelah kembali menjabat sebagai Presiden Amerika Serikat. Laporan keuangan terbaru menunjukkan pendapatan mencapai 2,2 miliar dolar AS pada tahun pertamanya.
Angka fantastis ini dinilai sejumlah pakar sejarah sebagai fenomena yang belum pernah terjadi sebelumnya. Hal ini memicu perdebatan sengit mengenai potensi konflik kepentingan di lingkaran kekuasaan tertinggi.
Sebagai perbandingan, Harry Truman pernah meninggalkan jabatan tanpa aset selain pensiun militer kecil. Ia bahkan menganggap komersialisasi jabatan presiden sebagai tindakan yang melanggar martabat negara.
Berbeda dengan era George W. Bush yang menggunakan blind trust, Trump tetap mempertahankan keterlibatan bisnisnya. Kondisi ini membuat garis pemisah antara kebijakan pemerintah dan kepentingan pribadi menjadi kabur.
Sebagian besar keuntungan Trump berasal dari industri mata uang kripto yang nilainya mencapai 1,4 miliar dolar AS. Ia mendapatkan 635 juta dolar AS dari royalti Celebration Coins yang terkait meme coin.
Selain itu, Trump mengantongi 500 juta dolar AS dari perusahaan World Liberty Financial. Perusahaan ini didirikan oleh anak-anaknya serta putra dari utusan khusus presiden, Steve Witkoff.
Pendapatan ini meningkat hampir empat kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya saat Trump belum kembali menjabat. Kritik tajam pun datang dari berbagai pihak termasuk pengamat etika pemerintahan.
Richard Painter, mantan pengacara etika era Bush, menyebut situasi ini sangat meresahkan publik Amerika. Ia menilai perolehan kekayaan selama menjabat merupakan bentuk konflik kepentingan yang nyata.
Namun, Gedung Putih membantah tegas adanya praktik tidak etis dalam pemerintahan Trump. Juru bicara Anna Kelly menyatakan bahwa keluarga presiden tidak pernah terlibat dalam konflik kepentingan.
Trump sendiri menepis tudingan tersebut dengan menyebut keuntungan berasal dari investasi pasar modal. Ia mengklaim tidak terlibat langsung dalam pengelolaan dana pribadi maupun bisnis keluarganya.
Ketegangan semakin terasa karena Trump sempat menandatangani regulasi stablecoin tak lama setelah bisnis kripto keluarganya meluncur. Ia juga memberikan pengampunan bagi pendiri Binance, Changpeng Zhao, tahun lalu.
Tak hanya kripto, keterlibatan keluarga Trump juga meluas ke sektor tambang mineral kritis di Kazakhstan. Keterlibatan pihak keluarga dalam kesepakatan bisnis internasional terus menjadi sorotan publik.
Meski pembelaan terus disampaikan, para pengawas etika tetap menyoroti akumulasi kekayaan yang masif ini. Fenomena tersebut kini menjadi ujian besar bagi integritas jabatan kepresidenan Amerika Serikat ke depan.
