Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali sesi perdagangan Rabu (1/7) dengan catatan positif. Indeks acuan saham di Bursa Efek Indonesia ini berhasil dibuka menguat sebesar 45,6 poin atau naik 0,81 persen ke level 5.688,8. Pergerakan optimis ini sempat membawa indeks menyentuh level tertinggi di posisi 5.705 setelah sebelumnya dibuka pada level 5.640.
Berdasarkan data perdagangan dari RTI Business pada pukul 09.08 WIB, aktivitas pasar menunjukkan antusiasme yang cukup tinggi dari para pelaku pasar domestik. Sepanjang awal sesi, sebanyak 327 saham tercatat mengalami penguatan harga, sementara 156 saham lainnya tertekan ke zona merah dan 180 saham sisanya bergerak stagnan. Hingga saat itu, total kapitalisasi pasar di Bursa Efek Indonesia menembus angka Rp10.002,6 triliun.
Dinamika perdagangan pada pembukaan sesi pagi tersebut melibatkan volume transaksi sebanyak 1,53 miliar lembar saham. Nilai transaksi keseluruhan mencapai Rp1,07 triliun dengan frekuensi perdagangan yang cukup intens, yakni sebanyak 130.157 kali transaksi. Angka-angka ini mencerminkan dinamika pasar yang masih aktif meski pelaku pasar sedang mencermati berbagai sentimen ekonomi baik dari dalam maupun luar negeri.
Di balik tren penguatan IHSG, terdapat fenomena yang cukup kontras dari sisi arus modal asing. Investor asing terpantau melakukan aksi jual bersih atau net sell dengan nilai yang cukup signifikan, yakni mencapai Rp1,04 triliun di seluruh pasar. Jika dibedah lebih dalam, aksi jual bersih asing di pasar reguler tercatat sebesar Rp1,21 triliun, sementara di pasar negosiasi dan tunai, investor asing justru membukukan jual bersih sebesar Rp162,55 miliar.
Dominasi investor domestik menjadi penyokong utama pergerakan pasar hari ini. Berdasarkan data volume perdagangan yang mencapai 22,7 miliar saham, investor lokal mendominasi porsi sebesar 72,59 persen, sementara investor asing hanya berkontribusi 27,41 persen. Ketimpangan kontribusi ini juga terlihat pada nilai transaksi total sebesar Rp15,3 triliun, di mana investor domestik menyumbang 49,21 persen dan investor asing memberikan kontribusi 50,79 persen.
Dari sisi frekuensi perdagangan yang mencapai 1.623.526 kali, investor domestik tetap menjadi pemegang kendali dengan porsi partisipasi mencapai 76,59 persen. Angka ini menunjukkan bahwa minat ritel dan institusi dalam negeri terhadap instrumen saham masih sangat kuat meskipun ada tekanan jual dari pemodal asing yang cukup besar pada pembukaan perdagangan tersebut.
Di tengah fluktuasi pasar, para analis memberikan pandangan yang cukup variatif mengenai prospek IHSG ke depannya. Analis Teknikal MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, memperingatkan bahwa IHSG masih memiliki risiko untuk melanjutkan koreksi, meskipun terdapat skenario yang membuka peluang perubahan arah tren atau pembalikan ke arah penguatan.
Menurut Herditya, dalam skenario terbaiknya, IHSG berpotensi mengalami koreksi ke kisaran level 5.472 hingga 5.540. Namun, tim analis MNC Sekuritas juga tetap mencermati adanya potensi terbentuknya fase awal penguatan apabila skenario alternatif mulai berjalan di pasar. Berdasarkan proyeksi tersebut, ia menetapkan rentang support di level 5.486 dan 5.317, serta level resistance di angka 6.007 hingga 6.286. Bagi investor yang mencari peluang, ia merekomendasikan untuk memperhatikan saham-saham seperti AADI, DSSA, ELSA, dan RAJA.
Senada dengan pandangan tersebut, Analis Binaartha Sekuritas, Ivan Rosanova, juga melihat adanya tekanan pada pergerakan indeks setelah IHSG menembus level support krusial di 5.722 pada perdagangan sebelumnya. Ivan memproyeksikan bahwa IHSG masih berpotensi untuk melanjutkan pelemahan menuju level 5.472.
Meski demikian, Ivan menambahkan bahwa peluang untuk rebound atau pembalikan arah secara terbatas masih tetap terbuka selama pergerakan IHSG dapat bertahan di bawah level 5.942. Secara teknikal, ia memetakan level support IHSG hari ini berada di posisi 5.722, 5.472, dan 5.314. Sementara untuk level resistance, ia mematok di angka 6.045, 6.171, 6.377, 6.545, hingga 6.835. Adapun saham-saham yang masuk dalam daftar rekomendasi Ivan untuk diperhatikan oleh pelaku pasar meliputi ADRO, ANTM, BBNI, EMTK, dan INCO.
Secara keseluruhan, pasar saham Indonesia saat ini berada dalam posisi yang cukup dinamis. Perlawanan investor domestik terhadap aksi jual asing menjadi faktor penentu apakah IHSG mampu mempertahankan level hijau atau justru kembali terjerembap ke zona koreksi. Para pelaku pasar disarankan untuk tetap memperhatikan perkembangan data ekonomi terkini serta memantau pergerakan saham-saham unggulan yang memiliki fundamental kuat agar dapat memitigasi risiko investasi di tengah volatilitas pasar yang masih tinggi. Perkembangan IHSG di sisa sesi perdagangan hari ini akan menjadi indikator penting bagi sentimen investor dalam jangka pendek ke depan.











