Tingkatkan Sanitasi di Jakarta Barat, Bank Jakarta Hadirkan MCK Komunal bagi Warga Tomang

Yohanes

Upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam mewujudkan lingkungan hunian yang lebih sehat dan layak huni terus mendapatkan dukungan dari berbagai sektor. Terbaru, Bank Jakarta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) meresmikan satu unit Mandi, Cuci, Kakus (MCK) komunal di Kelurahan Tomang, Kecamatan Grogol Petamburan, Jakarta Barat. Fasilitas ini dihadirkan sebagai bentuk kontribusi nyata dalam mempercepat target Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) di ibu kota.

Peresmian fasilitas sanitasi tersebut berlangsung bertepatan dengan deklarasi STBM di Kelurahan Tomang pada Selasa (30/6). Acara ini turut dihadiri oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno, Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah, serta sejumlah pihak kolaborator yang terlibat dalam penyediaan sarana pendukung kesehatan masyarakat tersebut. Kehadiran MCK komunal ini diharapkan menjadi solusi konkret bagi warga di kawasan padat penduduk yang selama ini masih memiliki keterbatasan akses terhadap fasilitas sanitasi yang memadai.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menegaskan bahwa pemerintah provinsi memiliki komitmen kuat untuk menuntaskan target STBM di seluruh wilayah Jakarta. Menurutnya, pembenahan sanitasi merupakan salah satu parameter krusial dalam menciptakan kota yang sehat sekaligus mendukung visi Jakarta sebagai kota global yang modern dan kompetitif. Pencapaian ini tidak hanya soal pembangunan fisik, melainkan cerminan dari kualitas hidup masyarakat yang lebih baik.

Data Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mencatat bahwa dengan bergabungnya Kelurahan Tomang, kini jumlah kelurahan yang telah menyandang status STBM Komitmen telah mencapai 194 kelurahan. Angka ini setara dengan 72,65 persen dari total keseluruhan kelurahan yang ada di Jakarta. Rano menyebut keberhasilan ini merupakan buah dari kolaborasi lintas sektor yang konsisten antara pemerintah, dunia usaha, dan elemen masyarakat yang peduli terhadap lingkungan hunian.

Dalam arahannya, Rano menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak, termasuk Bank Jakarta, yang telah berpartisipasi aktif dalam menyukseskan program ini. Ia berharap sinergi serupa terus terjaga, terutama dalam menyambut Jakarta yang akan memasuki usia lima abad. Baginya, semangat kolaborasi adalah kunci dalam memberikan pelayanan publik yang optimal dan responsif terhadap kebutuhan dasar warga Jakarta.

Senada dengan hal tersebut, Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah menyatakan bahwa deklarasi STBM di Kelurahan Tomang merupakan langkah strategis untuk membenahi standar kesehatan di wilayahnya. Ia menjelaskan bahwa status STBM bukanlah sekadar predikat, melainkan indikator bahwa masyarakat di kawasan tersebut telah memiliki akses sanitasi yang memenuhi standar kesehatan yang layak.

Iin merinci bahwa salah satu syarat utama untuk mencapai status STBM adalah terpenuhinya akses sanitasi bagi setidaknya 500 kepala keluarga. Melalui penyediaan MCK komunal yang layak, diharapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di tengah masyarakat dapat meningkat. Hal ini sekaligus menjadi bagian dari mitigasi penyakit menular yang sering kali muncul akibat sanitasi yang buruk di lingkungan padat penduduk.

Di sisi lain, Direktur Utama Bank Jakarta, Agus H. Widodo, mengungkapkan bahwa keterlibatan perusahaannya dalam program ini merupakan wujud kepedulian nyata terhadap kesejahteraan warga Jakarta. Menurut Agus, peningkatan taraf kesehatan masyarakat di kawasan padat penduduk adalah prioritas yang selaras dengan misi tanggung jawab sosial perusahaan. Bank Jakarta ingin memastikan kehadirannya tidak hanya dirasakan dari sisi layanan perbankan, tetapi juga melalui dampak sosial yang berkelanjutan.

Agus menambahkan bahwa program pembangunan MCK komunal ini merupakan investasi jangka panjang untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat. Ia meyakini bahwa kolaborasi antara pemerintah, sektor usaha, dan masyarakat merupakan fondasi penting dalam membangun Jakarta yang modern dan berdaya saing. Dengan adanya fasilitas yang memadai, diharapkan kesadaran masyarakat akan pentingnya sanitasi lingkungan akan terus tumbuh.

Penyediaan fasilitas MCK komunal ini bukan sekadar pembangunan infrastruktur, melainkan upaya untuk mengubah paradigma masyarakat mengenai pentingnya kebersihan. Dalam ekosistem kota metropolitan seperti Jakarta, keterbatasan lahan sering kali menjadi tantangan dalam menyediakan akses sanitasi mandiri bagi setiap keluarga. Oleh karena itu, kehadiran MCK komunal menjadi solusi efektif untuk menjembatani kesenjangan akses tersebut di kawasan pemukiman yang padat.

Ke depan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana untuk terus mendorong sisa kelurahan lainnya agar segera mencapai status STBM. Dukungan dari sektor swasta seperti yang dilakukan oleh Bank Jakarta menjadi motor penggerak yang vital dalam mempercepat target tersebut. Dengan semakin banyaknya fasilitas sanitasi yang terbangun, Jakarta diharapkan mampu mewujudkan lingkungan yang lebih sehat, nyaman, dan ramah bagi seluruh warganya.

Secara keseluruhan, inisiatif ini menunjukkan bahwa pembangunan kota yang berorientasi pada kualitas hidup masyarakat memerlukan keterlibatan aktif semua pihak. Sinergi antara kebijakan pemerintah yang terarah dan dukungan CSR dari pelaku industri terbukti mampu memberikan manfaat nyata di tingkat akar rumput. Dengan keberhasilan di Kelurahan Tomang ini, diharapkan pola kolaborasi tersebut dapat direplikasi di berbagai wilayah lain di Jakarta, sehingga visi kota sehat dapat segera terwujud secara menyeluruh.

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All