JAKARTA – Penguatan sumber daya manusia (SDM) di sektor perkebunan kelapa sawit terus menjadi prioritas nasional demi menjamin keberlanjutan dan peningkatan produktivitas. Melangkah maju dengan visi tersebut, Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta (AKPY), Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), dan Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) Kementerian Pertanian kembali bersinergi. Kolaborasi strategis ini akan mewujudkan pelatihan teknis budidaya kelapa sawit bagi 90 pekebun dan penyuluh di Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, yang dijadwalkan berlangsung pada 27 Juni hingga 2 Juli 2026.
Inisiatif ini merupakan bagian integral dari Program Pengembangan SDM Perkebunan (SDMP) 2026, yang dirancang khusus untuk meningkatkan kapasitas, keterampilan, profesionalisme, dan daya saing para petani. Harapannya, pekebun mampu mengelola kebunnya dengan lebih baik, lebih produktif, efisien, dan tentunya berkelanjutan di tengah tantangan global yang semakin kompleks.
Wakil Direktur AKPY, Idum Satia Santi, menegaskan bahwa investasi terbaik bagi petani kelapa sawit bukanlah semata pada pupuk atau peralatan modern. Lebih dari itu, peningkatan kualitas SDM melalui pendidikan dan pelatihan merupakan kunci utama untuk membangun fondasi perkebunan yang tangguh. "Tujuan pelatihan ini adalah meningkatkan kapasitas, keterampilan, profesionalisme, dan daya saing petani agar mampu mengelola kebunnya dengan baik, lebih produktif, efisien, dan berkelanjutan," ujar Idum dalam keterangan tertulisnya pada Selasa (30/6/2026).
Pelatihan ini diselenggarakan sebagai respons terhadap dinamika industri sawit yang menuntut lebih dari sekadar kebun produktif. Di masa depan, industri sawit membutuhkan pekebun yang cakap dalam mengelola usaha secara modern, efisien, dan selaras dengan prinsip-prinsip keberlanjutan. Ini menjadi esensial mengingat sorotan dunia terhadap praktik budidaya kelapa sawit, khususnya dari sisi lingkungan dan sosial.
Perkebunan kelapa sawit merupakan salah satu pilar ekonomi utama Indonesia, berkontribusi signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan menciptakan jutaan lapangan kerja. Namun, mayoritas lahan perkebunan sawit nasional masih dikelola oleh pekebun rakyat yang seringkali menghadapi kendala dalam akses terhadap teknologi, informasi, dan praktik budidaya yang optimal. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas SDM menjadi solusi krusial untuk mengatasi disparitas ini.
AKPY, sebagai lembaga pendidikan vokasi yang berfokus pada sektor perkebunan, membawa keahlian dalam penyusunan kurikulum dan pelaksanaan pelatihan yang relevan dengan kebutuhan lapangan. Mereka berperan dalam menjembatani kesenjangan antara teori dan praktik, memastikan materi yang disampaikan mudah diaplikasikan oleh pekebun. Melalui pelatihan ini, pekebun akan mendapatkan pemahaman mendalam tentang praktik budidaya kelapa sawit yang baik (Good Agricultural Practices/GAP), mulai dari pemilihan bibit unggul, teknik pemupukan yang tepat, pengendalian hama dan penyakit terpadu, hingga manajemen panen dan pascapanen yang efisien.
Sementara itu, BPDPKS memainkan peran vital sebagai penyokong dana utama untuk program-program pengembangan SDM perkebunan. Lembaga ini memiliki mandat untuk mengelola dana pungutan ekspor kelapa sawit yang dialokasikan kembali untuk berbagai program strategis, termasuk peremajaan sawit rakyat (PSR), penelitian dan pengembangan, promosi sawit berkelanjutan, serta pengembangan SDM. Dukungan BPDPKS memastikan bahwa pelatihan semacam ini dapat diakses oleh pekebun tanpa membebani mereka secara finansial, sekaligus mempercepat adopsi inovasi di tingkat petani.
Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) Kementerian Pertanian melengkapi sinergi ini dengan memberikan arahan kebijakan dan kerangka strategis nasional. Ditjenbun bertanggung jawab dalam merumuskan dan mengimplementasikan kebijakan perkebunan yang mendukung produktivitas, keberlanjutan, dan kesejahteraan petani. Keterlibatan Ditjenbun memastikan bahwa program pelatihan ini sejalan dengan visi dan misi pembangunan perkebunan nasional, termasuk upaya mewujudkan sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) di kalangan pekebun rakyat.
Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, dipilih sebagai lokasi pelatihan bukan tanpa alasan. Kalimantan Selatan merupakan salah satu provinsi penghasil kelapa sawit terbesar di Indonesia, dengan kontribusi signifikan dari perkebunan rakyat. Peningkatan kapasitas di wilayah ini akan berdampak langsung pada peningkatan produksi dan kualitas minyak sawit mentah (CPO) di tingkat lokal, yang pada gilirannya akan memperkuat posisi Indonesia sebagai produsen sawit global.
Pelatihan teknis ini diharapkan dapat menjadi katalisator bagi transformasi perkebunan sawit rakyat di Tanah Laut. Para pekebun akan dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan yang memungkinkan mereka untuk mengidentifikasi masalah di kebun, mengambil keputusan yang tepat, dan menerapkan inovasi pertanian modern. Ini mencakup pemahaman tentang pentingnya data dan pencatatan, pemanfaatan teknologi sederhana, hingga strategi pemasaran hasil panen yang lebih menguntungkan.
Dengan meningkatnya profesionalisme pekebun, diharapkan produktivitas kebun sawit rakyat dapat meningkat secara signifikan, yang pada akhirnya akan berdampak pada peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani. Selain itu, pemahaman tentang praktik budidaya berkelanjutan akan membantu mengurangi dampak lingkungan dan meningkatkan penerimaan produk sawit Indonesia di pasar internasional yang semakin ketat dalam isu-isu lingkungan.
Langkah strategis melalui peningkatan kualitas SDM ini diharapkan dapat menjadi fondasi kuat bagi kemajuan sektor perkebunan kelapa sawit nasional. Dengan pekebun yang semakin profesional dan berdaya saing, industri sawit Indonesia tidak hanya akan mampu memenuhi tuntutan pasar global akan produk berkelanjutan, tetapi juga terus berkontribusi signifikan terhadap perekonomian negara dan kesejahteraan jutaan petani sawit di seluruh penjuru negeri. Sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan pendana ini menjadi model ideal untuk pengembangan sektor pertanian yang berkesinambungan di masa mendatang.
