Friday, 10 July 2026
BREAKING
EKONOMI

Badai Efisiensi Guncang BAT: Raksasa Rokok Pangkas 9.000 Pekerja, Transformasi Digital Jadi Pemicu

Oleh Rini Widiyarti June 30, 2026 1 week lalu 0 komentar

LONDON – British American Tobacco (BAT), salah satu perusahaan rokok terbesar di dunia, mengumumkan rencana restrukturisasi besar-besaran yang akan berdampak pada pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sekitar 9.000 karyawannya secara global. Langkah drastis ini merupakan bagian dari strategi transformasi bisnis perusahaan yang berfokus pada adopsi teknologi dan kecerdasan buatan (AI) di tengah penurunan permintaan rokok konvensional yang terus berlanjut di pasar global.

Pengurangan tenaga kerja ini ditargetkan rampung hingga akhir tahun 2026. Chief Executive Officer BAT, Tadeu Marroco, menjelaskan bahwa perubahan ini krusial untuk membangun organisasi yang lebih siap menghadapi tantangan masa depan. Perusahaan ingin menjadi lebih lincah, disiplin dalam pengelolaan biaya, dan berbasis teknologi dalam operasionalnya.

Marroco dalam pernyataannya yang dikutip The Guardian pada Selasa (30/6/2026) menekankan komitmen BAT untuk beradaptasi. "Kami sedang membangun organisasi yang siap menghadapi masa depan, lebih lincah, disiplin dalam biaya, dan berbasis teknologi," ujarnya, menggarisbawahi urgensi perubahan ini bagi keberlangsungan bisnis raksasa tembakau tersebut.

Rincian dari pengurangan karyawan menunjukkan bahwa sekitar 5.500 pekerja akan mengalami PHK langsung. Sementara itu, sekitar 3.500 posisi lainnya akan dialihkan ke pihak ketiga atau direorganisasi dalam struktur perusahaan yang baru. Keputusan ini mencerminkan pergeseran fundamental dalam model bisnis BAT yang sebelumnya sangat bergantung pada penjualan produk tembakau tradisional seperti rokok merek Dunhill dan Peter Stuyvesant.

Restrukturisasi ini bukan sekadar upaya efisiensi biasa, melainkan pilar utama dari program transformasi bisnis jangka panjang BAT. Perusahaan menargetkan untuk menghasilkan penghematan biaya tahunan hingga 600 juta poundsterling atau sekitar Rp11,9 triliun (kurs Rp19.900/poundsterling) pada akhir tahun 2028. Angka penghematan yang signifikan ini menunjukkan skala ambisi BAT dalam mengoptimalkan operasional dan meningkatkan profitabilitas di tengah lanskap industri yang berubah cepat.

Penurunan permintaan rokok konvensional telah menjadi tren global selama beberapa dekade terakhir. Peningkatan kesadaran akan kesehatan, regulasi yang semakin ketat, serta kampanye anti-merokok yang gencar di berbagai negara, telah menekan volume penjualan produk tembakau tradisional. Hal ini mendorong perusahaan-perusahaan rokok besar, termasuk BAT, untuk mencari inovasi dan diversifikasi produk.

BAT sendiri telah menginvestasikan sumber daya besar dalam kategori produk nikotin baru atau yang dikenal sebagai "Beyond Nicotine". Kategori ini mencakup produk-produk seperti rokok elektrik (vape), produk tembakau berpemanas (heated tobacco), dan kantong nikotin oral. Produk-produk ini diposisikan sebagai alternatif yang berpotensi mengurangi risiko bagi perokok dewasa yang tidak ingin atau tidak bisa berhenti merokok. Transformasi menuju perusahaan berbasis teknologi dan AI ini akan sangat mendukung pengembangan, produksi, dan pemasaran produk-produk inovatif tersebut.

Penerapan kecerdasan buatan dan teknologi canggih dalam operasional perusahaan rokok raksasa ini dapat mencakup berbagai aspek. Misalnya, AI dapat digunakan untuk analisis data konsumen yang lebih mendalam guna memahami preferensi pasar terhadap produk nikotin baru, mengoptimalkan rantai pasokan dan logistik global, hingga meningkatkan efisiensi dalam proses manufaktur. Otomatisasi melalui teknologi juga dapat mengurangi kebutuhan akan tenaga kerja manual dalam beberapa fungsi operasional.

Keputusan BAT ini juga menjadi indikasi kuat bagi industri tembakau secara keseluruhan. Sejumlah perusahaan rokok global lainnya juga telah memulai atau sedang mempertimbangkan langkah serupa untuk beradaptasi dengan perubahan pasar dan tuntutan regulasi. Pergeseran strategis ini mencerminkan komitmen para pemain besar untuk tetap relevan di era digital dan pasar yang semakin sadar kesehatan.

Marroco memastikan bahwa BAT akan memberikan dukungan penuh kepada para pekerja yang terdampak selama masa transisi ini. Dukungan tersebut dapat berupa program pelatihan ulang, bantuan penempatan kerja, atau paket kompensasi yang adil. Ia menyadari bahwa perubahan sebesar ini akan memiliki dampak signifikan pada kehidupan ribuan individu, sehingga perusahaan berupaya untuk mengelola transisi ini seoptimal mungkin.

Langkah berani yang diambil BAT ini menandai babak baru dalam sejarah perusahaan berusia lebih dari satu abad tersebut. Dari fokus utama pada rokok konvensional, kini BAT beralih menjadi entitas yang lebih mengedepankan inovasi, teknologi, dan produk-produk nikotin generasi baru. Meskipun berujung pada pengurangan tenaga kerja yang substansial, manajemen melihat ini sebagai langkah vital demi memastikan daya saing dan pertumbuhan jangka panjang di tengah dinamika industri tembakau global yang tak terhindarkan. Transformasi ini menjadi cerminan bahwa bahkan industri tradisional sekalipun harus siap menghadapi gelombang perubahan yang dibawa oleh teknologi dan pergeseran perilaku konsumen.

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Artikel Terkait