Aylena Fusil Terjebak Ketakutan Nyata di Hutan Mencekam Syuting Film Horor ‘402 Rumah Sakit Angker Korea’

Wibowo

Jakarta – Dunia perfilman horor kerap menyajikan cerita di balik layar yang tak kalah menegangkan dari adegan yang disuguhkan. Hal ini dialami oleh Aylena Fusil, salah satu bintang dalam film horor terbaru "402 Rumah Sakit Angker Korea". Aktris muda ini secara terang-terangan mengungkapkan momen mencekam yang ia alami selama proses syuting, terutama saat harus berakting sendirian di tengah hutan yang gelap gulita. Pengalaman ini membuatnya merasakan ketakutan yang benar-benar nyata, melampaui tuntutan peran.

Dalam wawancara eksklusif yang digelar beberapa waktu lalu, Aylena Fusil bersama sejumlah rekan pemainnya berbagi cerita tentang tantangan di lokasi syuting. Diandra Agatha, pemeran karakter Arum, mengawali perbincangan dengan menyoroti kendala pencahayaan. Ia menyebutkan, "Kalau ada satu cahaya di depan muka kita, kita jadi susah lihat ke depan." Aylena menimpali pernyataan tersebut, menjelaskan bahwa kegelapan di sekeliling mereka sangat pekat, "Karena di sekeliling kita itu kan gelap banget, gelap banget, jadi kayak enggak bisa ngelihat."

Kondisi tersebut semakin diperparah oleh konsep "found footage" yang diusung oleh film "402 Rumah Sakit Angker Korea". Sebagai adaptasi dari film horor Korea populer "Gonjiam Haunted Asylum", gaya sinematografi ini menuntut para aktor untuk berada jauh dari kru film. Tujuannya agar mereka tidak tersorot kamera yang terpasang di berbagai sudut, menciptakan ilusi rekaman asli yang ditemukan. Saputra Kori, pemeran Adit, menambahkan bahwa setelah selesai pengambilan gambar (take), mereka seringkali harus diam di tempat menunggu kru datang menjemput.

Namun, bagi Aylena Fusil, syuting di area hutan menjadi pengalaman yang jauh lebih menakutkan dibandingkan lokasi lainnya. "Waktu kita di hutan itu, langsung nyari kru karena aku takut," ujarnya. Ia melanjutkan, "Itu hutan beneran, menurutku itu yang paling menakutkan di situ sih." Ketidakmampuan untuk melihat apa pun di depannya, ditambah dengan jarak yang jauh dari tim, benar-benar memicu rasa panik. Ketika ditanya apakah ketakutannya saat itu bukan sekadar akting, Aylena sambil tertawa kecil membenarkan, "Oh iya, bener."

Saputra Kori turut memperkuat kesaksian Aylena mengenai adegan di hutan tersebut. Ia menjelaskan, "Karena jaraknya jauh-jauh sih, itu di basecamp jauh, dari tim penyutradaraan jauh, dan kita enggak tahu di hutan ada apa." Kori membandingkan pengalaman di hutan dengan syuting di rumah sakit, "Kalau di rumah sakit kan udah tahu yah, di mana tembok-temboknya." Keadaan yang serba tidak terduga dan minimnya informasi tentang lingkungan sekitar membuat hutan menjadi lokasi yang jauh lebih mengintimidasi.

Tak hanya hutan, lokasi syuting utama film ini, yakni rumah sakit angker, juga memberikan sensasi tersendiri bagi para pemain. Aura misterius dan mencekam langsung terasa begitu mereka memasuki set. "Kita langsung wooow, kita langsung ngucap bismillah," kata Aylena menggambarkan reaksi pertama mereka. Lingkungan yang autentik dan menyeramkan itu tidak hanya membuat mereka kagum, tetapi juga memunculkan perasaan segan dan hormat terhadap tempat tersebut.

Saputra Kori menceritakan bagaimana keseganan itu bahkan memengaruhi dialog mereka. "Saking segannya (dengan lokasi syuting)…kalau nanti lihat filmnya, kan ada banyak kata-kata kasar keluar. Nah sebelum melakukan itu kita sampai izin dulu. Kita tanya ‘Kak, boleh nggak kita ngucap kata ini, kata ini kata ini.’ Kita takut ketempelan hantu gara-gara ngomong kasar," ungkap Kori sambil tertawa, menyoroti sisi spiritual dan kepercayaan para pemain.

Film "402 Rumah Sakit Angker Korea" sendiri berkisah tentang sebuah tim kreator konten beranggotakan lima orang. Mereka adalah Juna (diperankan oleh Arbani Yasiz), Adit (Saputra Kori), Bara (Elang El Gibran), Arum (Diandra Agatha), dan Yuri (Lea Ciarachel). Kelompok ini berangkat ke Korea Selatan dengan misi melakukan penelusuran di sebuah rumah sakit yang telah lama tidak beroperasi. Di sana, mereka bertemu dengan Tyas (Aylena Fusil), seorang mahasiswa asal Indonesia, dan Daeho (Jang Hansol), seorang individu yang juga mendalami kisah-kisah horor lokal.

Tujuan utama tim ini adalah melakukan siaran langsung (live streaming) dari rumah sakit angker tersebut, dengan harapan bisa menembus tiga juta penonton demi mendapatkan keuntungan finansial. Namun, alih-alih sukses, serangkaian kejadian mengerikan mulai menghantui mereka, mengancam keselamatan dan kewarasan seluruh anggota tim. Film ini menjanjikan pengalaman horor yang mendebarkan, diperkuat dengan pendekatan sinematik "found footage" yang membuat penonton seolah turut berada di tengah kengerian.

Sebelum dirilis secara resmi di Indonesia, "402 Rumah Sakit Angker Korea" akan mendapatkan kesempatan istimewa untuk diputar dalam Bucheon International Fantastic Film Festival (BIFAN). BIFAN dikenal sebagai festival film genre terbesar di Korea Selatan dan juga di Asia, yang secara khusus berfokus pada film-film horor, fiksi ilmiah (sci-fi), fantasi, dan thriller. Pemutaran di festival bergengsi ini menjadi bukti kualitas dan daya tarik internasional yang dimiliki oleh film produksi MD Pictures ini, sekaligus meningkatkan antisipasi publik terhadap ketegangan yang akan disajikannya. Pengalaman mencekam para pemain di lokasi syuting diharapkan mampu diterjemahkan menjadi atmosfer horor yang autentik dan mendalam bagi para penonton nantinya.

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All