Jakarta — Nama Ria Resty Fauzy, ikon pop melankolis dekade 1980-an, kembali menyita perhatian jagat musik Tanah Air. Setelah lebih dari dua dekade absen dari industri rekaman, sang penyanyi meluncurkan single terbarunya bertajuk “Rindu Yang Menyiksa”. Peluncuran lagu ini sekaligus menjadi penanda perayaan empat dekade perjalanan karier Ria Resty Fauzy yang penuh warna di dunia seni.
Single "Rindu Yang Menyiksa" menghadirkan nuansa pop melankolis yang khas, mengusung tema cinta yang terasa menusuk kalbu akibat menahan rindu mendalam. Lagu ini merupakan buah karya musisi Dommy Alen, yang berhasil menangkap esensi vokal dan emosi mendalam dari Ria Resty Fauzy. Kehadiran lagu ini bukan hanya sekadar karya baru, melainkan simbol kebangkitan bagi sang bintang.
Ria Resty Fauzy mengungkapkan perasaannya terkait single ini dalam sebuah pernyataan di Jakarta, Senin (29/6/2026). "Lagu ini seolah menyalakan kembali cahaya bintang yang sempat redup setelah lebih dari dua dekade (saya) hiatus dari industri rekaman," ujarnya. Pernyataan ini menegaskan betapa berarti “Rindu Yang Menyiksa” dalam mengukir kembali jejaknya di kancah musik.
Dalam proyek terbarunya ini, Ria Resty Fauzy tidak hanya berperan sebagai penyanyi. Ia juga menunjukkan kapabilitasnya sebagai produser untuk lagu "Rindu Yang Menyiksa". Ini menandakan kematangan dan penguasaannya terhadap proses kreatif, dari hulu hingga hilir, setelah sekian lama berkecimpung di industri.
Karakter vokal Ria Resty Fauzy yang khas dan nyaris tak berubah menjadi daya tarik utama dalam lagu ini. Ia berhasil menghadirkan nuansa hangat yang membawa pendengar kembali ke era kejayaan lagu pop melankolis. Balutan aransemen pop yang emosional, simpel, namun kuat secara rasa, menjadikan "Rindu Yang Menyiksa" sebagai ajang kangen-kangenan antara Ria Resty Fauzy dan para penggemar setianya.
Kembalinya Ria Resty Fauzy ini merupakan momen penting bagi industri musik Indonesia. Di tengah gempuran genre dan tren baru, kualitas musik yang jujur dan penuh perasaan, seperti yang selalu ditawarkan Ria, terbukti masih memiliki tempat spesial di hati para pendengar. Hal ini sekaligus menjadi pengingat akan kekayaan musik pop Indonesia yang tak lekang oleh waktu.
Pada dekade 1980-an, nama Ria Resty Fauzy memang bertengger di puncak popularitas. Ia dikenal luas berkat sederet lagu hit yang melambungkan namanya. Sebut saja "Cintaku Sedalam Lautan Atlantik," "Sinar Matamu Bagai Besi Sembrani," "Cintaku Sampai ke Ethiopia," "Sepatu Dari Kulit Rusa," hingga "Kututup Layar Cintaku." Lagu-lagu tersebut tidak hanya populer di Indonesia, tetapi juga menggaung hingga ke negara-negara tetangga seperti Malaysia, Brunei Darussalam, dan Singapura.
Puncak karier internasionalnya terjadi pada tahun 1987. Saat itu, Ria Resty Fauzy berhasil meraih lima Golden Record sekaligus BASF Awards untuk lagu "Cintaku Sampai Ke Ethiopia." Prestasi ini merupakan capaian luar biasa yang membuktikan kualitas dan daya tarik musiknya di panggung regional. Mendapatkan lima Golden Record adalah pengakuan atas penjualan album yang fantastis, menegaskan posisinya sebagai salah satu bintang paling bersinar di masanya.
Periode hiatus Ria Resty Fauzy selama lebih dari dua dekade dari industri rekaman telah menciptakan kerinduan yang mendalam di kalangan penggemar. Kepergiannya sejenak dari panggung musik tidak lantas melunturkan memori akan karya-karya ikoniknya. Justru, hal tersebut memperkuat antisipasi terhadap kembalinya sang diva. Kini, dengan "Rindu Yang Menyiksa," ia kembali menunjukkan bahwa bakat dan passion bermusiknya tidak pernah padam.
Empat puluh tahun berkarya di industri musik adalah sebuah pencapaian yang langka dan patut dirayakan. Ini bukan hanya tentang bertahan, tetapi juga tentang relevansi, dedikasi, dan kemampuan beradaptasi di tengah dinamika industri yang terus berubah. Ria Resty Fauzy telah membuktikan dirinya sebagai sosok seniman yang gigih, mampu menjaga kualitas vokal dan interpretasi emosionalnya, bahkan setelah sekian lama.
Peluncuran single "Rindu Yang Menyiksa" diharapkan tidak hanya menjadi nostalgia bagi penggemar lama, tetapi juga memperkenalkan karya Ria Resty Fauzy kepada generasi pendengar baru. Kisah comeback-nya ini adalah inspirasi, menunjukkan bahwa passion sejati akan selalu menemukan jalannya untuk kembali bersinar, menegaskan warisan musiknya yang abadi di kancah hiburan nasional.











