Kekhawatiran mulai membayangi Liverpool usai dua pertandingan awal Liga Primer Inggris di kandang mereka, Anfield, berakhir tanpa kemenangan. Pertanyaan pun mengemuka: apakah terlalu dini bagi The Reds untuk mulai merasa cemas dengan performa mereka di musim ini?
Performa kandang yang biasanya menjadi momok bagi tim lawan ini justru menjadi titik lemah Liverpool di awal musim 2023/2024. Setelah ditahan imbang oleh Bournemouth dengan skor 1-1 pada 19 Agustus 2023, Liverpool kembali gagal meraih tiga poin penuh saat menjamu Aston Villa pada 3 September 2023, yang juga berakhir dengan skor serupa.
Catatan ini tentu saja menjadi sorotan, mengingat Liverpool dikenal memiliki rekor kandang yang impresif. Kegagalan meraih kemenangan di kandang sendiri dalam dua laga beruntun ini memang belum pernah terjadi sejak Januari 2021, kala itu mereka ditahan imbang oleh Burnley dan Manchester City. Namun, kali ini, rentetan hasil kurang memuaskan tersebut terjadi di awal musim, sebuah fase yang biasanya digunakan tim untuk membangun momentum.
Pelatih Liverpool, Jürgen Klopp, menyadari adanya masalah dalam penyelesaian akhir timnya. “Kami menciptakan banyak peluang, tetapi kami tidak mencetak gol yang cukup,” ujar Klopp dalam konferensi pers pasca-pertandingan melawan Aston Villa. Ia menambahkan, “Kami perlu lebih tajam di depan gawang. Ini adalah sesuatu yang harus kami perbaiki secepatnya.”
Klopp juga menyoroti kebobolan gol cepat yang menjadi pola dalam dua pertandingan kandang tersebut. Terhadap Bournemouth, gol cepat tercipta di menit ke-3. Sementara itu, melawan Aston Villa, Liverpool tertinggal lebih dulu di menit ke-3. “Kami harus lebih baik dalam memulai pertandingan. Kebobolan gol cepat membuat kami harus bekerja ekstra keras untuk mengejar ketertinggalan,” keluhnya.
Meskipun demikian, Klopp tetap optimistis. Ia menekankan bahwa masih ada banyak pertandingan yang tersisa di Liga Primer. “Ini baru permulaan musim. Kami tahu kami bisa bermain lebih baik, dan kami akan bekerja keras untuk mewujudkannya,” tegasnya. Ia juga mengapresiasi dukungan dari para penggemar yang terus memberikan semangat di Anfield, meskipun hasil yang diraih belum sesuai harapan.
Statistik menunjukkan bahwa Liverpool telah melepaskan total 41 tembakan dalam dua pertandingan kandang tersebut, namun hanya mampu mengkonversi dua gol. Angka ini menjadi bukti nyata dari masalah efektivitas serangan yang sedang dihadapi tim. Tentu saja, ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi Klopp dan tim pelatih untuk segera menemukan solusi sebelum kompetisi semakin ketat.
