Sultan Baktiar Najamudin, Ketua DPD RI, resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Tenaga Pembangunan (TP) Sriwijaya periode 2026-2031. Pengukuhan ini berlangsung dalam Musyawarah Besar (Mubes) XIII TP Sriwijaya yang digelar di Jakarta pada Sabtu, 28 Juni 2026. Menyusul terpilihnya, Sultan menegaskan visi dan komitmennya untuk memperkuat agenda pembangunan daerah, khususnya di kawasan strategis Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel).
Proses pemilihan Ketua Umum DPP TP Sriwijaya ini berlangsung secara musyawarah mufakat, mencerminkan tingginya kepercayaan peserta Mubes terhadap figur Sultan Baktiar Najamudin. Meskipun sempat menyatakan bahwa masih banyak tokoh Sumbagsel lain yang dinilai lebih pantas, mantan Wakil Gubernur Bengkulu ini akhirnya bersedia menerima amanah tersebut. Penerimaan ini didasari semangat dan motivasi kuat untuk bersama-sama memperkuat visi pembangunan regional.
"Dengan dukungan dan motivasi memperkuat visi pembangunan daerah, kami bersedia menerima kepercayaan peserta Mubes XIII TP Sriwijaya secara sukarela," ujar Sultan Baktiar Najamudin melalui pesan elektronik yang diterima di Bengkulu, Minggu, 28 Juni 2026. Ia menekankan pentingnya menjaga sinergi dan kolaborasi antarberbagai elemen untuk mencapai tujuan pembangunan yang lebih inklusif dan berkelanjutan di Sumbagsel.
TP Sriwijaya sendiri bukanlah organisasi baru dalam kancah pembangunan nasional, khususnya di daerah. Berdiri pada tahun 1968, organisasi kemasyarakatan ini memiliki sejarah panjang yang mengakar kuat pada perjuangan para tokoh tentara pelajar Sumatera Bagian Selatan. Sejak awal pendiriannya, TP Sriwijaya telah memegang visi penting dalam mendukung agenda pembangunan daerah, menjadikannya salah satu pilar penggerak kemajuan di kawasan tersebut.
Di bawah kepemimpinan Sultan Baktiar Najamudin, organisasi ini diharapkan dapat mengoptimalkan perannya sebagai wadah aspirasi dan katalisator pembangunan. Dengan rekam jejaknya yang panjang sebagai Ketua DPD RI dan sebelumnya sebagai Wakil Gubernur Bengkulu, Sultan memiliki pemahaman mendalam tentang dinamika dan potensi yang dimiliki Sumbagsel. Hal ini menjadi modal berharga dalam merumuskan program-program kerja yang relevan dan berdampak nyata bagi masyarakat.
Pembangunan di Sumbagsel mencakup berbagai sektor krusial, mulai dari infrastruktur, ekonomi, pendidikan, hingga pariwisata. Sultan Baktiar Najamudin melihat TP Sriwijaya memiliki potensi besar untuk menjadi jembatan antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat. Melalui kolaborasi strategis, TP Sriwijaya dapat mendorong percepatan investasi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pengembangan potensi lokal yang belum tergarap maksimal.
Dalam pidato penerimaannya, Sultan juga menyerukan seluruh anggota untuk senantiasa menjaga kekompakan dan soliditas organisasi. "Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, saya terima untuk ditetapkan sebagai Ketua Umum DPP Tenaga Pembangunan Sriwijaya periode 2026-2031. Mari kita jaga kekompakan dan soliditas organisasi agar TP Sriwijaya bisa lebih berdampak dan menjadi kebanggaan masyarakat Sumbagsel," tegasnya. Pesan ini menggarisbawahi pentingnya persatuan internal demi tercapainya tujuan eksternal organisasi.
Wilayah Sumbagsel, yang secara geografis meliputi provinsi-provinsi seperti Sumatera Selatan, Lampung, Bengkulu, Jambi, dan Bangka Belitung, menghadapi tantangan sekaligus peluang besar. Tantangan seperti disparitas pembangunan antar daerah, kebutuhan akan infrastruktur yang lebih memadai, serta peningkatan kualitas SDM, membutuhkan sinergi dari berbagai pihak. Di sisi lain, potensi sumber daya alam melimpah, keindahan pariwisata, dan kekayaan budaya menjadi modal kuat untuk kemajuan. Peran TP Sriwijaya di bawah kepemimpinan baru diharapkan mampu menjembatani celah-celah ini.
Sebagai Ketua DPD RI, Sultan Baktiar Najamudin memiliki platform yang lebih luas untuk menyuarakan kepentingan daerah di tingkat nasional. Keterlibatannya di TP Sriwijaya dapat menjadi kanal tambahan untuk mengadvokasi kebijakan-kebijakan yang pro-daerah, khususnya bagi Sumbagsel. Ini memungkinkan koordinasi yang lebih baik antara agenda pembangunan pusat dan daerah, serta memastikan bahwa suara masyarakat Sumbagsel terwakili dengan baik dalam setiap kebijakan yang dirumuskan.
Terpilihnya Sultan Baktiar Najamudin sebagai Ketua Umum DPP TP Sriwijaya menandai babak baru bagi organisasi ini dan harapan besar bagi kemajuan Sumbagsel. Dengan pengalaman panjangnya di pemerintahan dan legislatif, serta semangat untuk memajukan daerah, Sultan diharapkan mampu membawa TP Sriwijaya menjadi kekuatan pendorong utama dalam mewujudkan kesejahteraan dan kemandirian regional. Seluruh mata kini tertuju pada implementasi visi dan program kerja yang akan digulirkan di bawah kepemimpinannya dalam lima tahun ke depan.











