Sejumlah 1.753 keluhan diajukan oleh wisatawan asing selama kunjungan mereka ke Korea Selatan antara Januari hingga Juli 2026. Data ini diungkapkan oleh Korea Tourism Organization (KTO) dan dilaporkan oleh kantor berita Yonhap, menyoroti berbagai isu yang dihadapi para pelancong dari luar negeri.
Masalah yang paling sering dikeluhkan mencakup tingginya biaya perjalanan di Korea Selatan. Banyak turis merasa harga akomodasi, makanan, dan transportasi tidak sepadan dengan anggaran yang mereka siapkan. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi wisatawan yang ingin menikmati keindahan dan budaya Korea tanpa harus mengeluarkan biaya yang berlebihan.
Selain isu biaya, kendala komunikasi juga menjadi sorotan utama. Meskipun Korea Selatan terus berupaya meningkatkan fasilitas berbahasa asing, banyak turis asing masih kesulitan berkomunikasi dengan penduduk lokal. Keterbatasan bahasa ini seringkali menghambat pengalaman mereka dalam memesan makanan, bertanya arah, atau bahkan sekadar berinteraksi, yang berujung pada rasa frustrasi.
Faktor lain yang dilaporkan dalam data KTO adalah terkait kualitas layanan. Beberapa keluhan menyangkut pelayanan yang kurang memuaskan di hotel, restoran, maupun tempat wisata. Ketidaksesuaian antara ekspektasi dan kenyataan layanan menjadi sumber kekecewaan bagi sebagian turis.
Korea Tourism Organization menyatakan akan terus meninjau keluhan-keluhan ini untuk merumuskan strategi perbaikan. Pihaknya berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pengalaman wisata bagi seluruh pengunjung, termasuk dalam hal keterjangkauan biaya dan kemudahan komunikasi. Upaya ini diharapkan dapat menjaga citra Korea Selatan sebagai destinasi wisata yang ramah dan menarik bagi wisatawan internasional di masa mendatang.
