Pergerakan bursa transfer BRI Super League 2026/2027 semakin memanas dengan kabar mengejutkan terkait Mariano Peralta, pemain terbaik musim 2025/2026. Negosiasi yang sebelumnya disebut-sebut hampir rampung antara Peralta dan Persija Jakarta dikabarkan kolaps di menit-menit akhir. Sang gelandang serang asal Argentina itu kini justru mendekat ke Persib Bandung, dengan faktor bermain di kompetisi antarklub Asia menjadi penentu utama dalam keputusan pentingnya.
Informasi terkini ini diungkap oleh jurnalis sepak bola Italia yang fokus pada transfer pemain, Lorenzo Lepore, dari Balkans Sports. Melalui akun Instagram pribadinya, @lorenzooleporee, pada Minggu (28/6/2026), Lepore secara gamblang menyatakan bahwa kesepakatan antara Peralta dan Persija yang sudah di ambang finalisasi kini terancam batal total. Situasi ini tentu menjadi pukulan telak bagi Macan Kemayoran yang sangat berambisi mendatangkan pemain kunci untuk memperkuat lini tengah mereka di musim depan.
Persib Bandung, sebagai juara bertahan BRI Super League musim lalu, memiliki keunggulan signifikan dalam perburuan tanda tangan Peralta. Tim berjuluk Maung Bandung ini secara otomatis berhak mewakili Indonesia di ajang AFC Champions League 2 musim 2026/2027. Kesempatan untuk berlaga di kancah kontinental inilah yang disebut-sebut menjadi magnet kuat bagi Mariano Peralta untuk mengubah haluan negosiasinya, menempatkan Persib di posisi terdepan.
Ambisi pribadi Peralta untuk merasakan atmosfer kompetisi elite Asia tampaknya lebih besar dibandingkan penawaran lain. "Kesepakatan antara Mariano Peralta dan Persija Jakarta sudah hampir rampung, lalu tiba-tiba terancam batal," tulis Lepore. Ia menambahkan bahwa perubahan arah ini disebabkan oleh prioritas Peralta untuk tampil di level Asia, sebuah kesempatan yang bisa ditawarkan oleh Persib. Ini menunjukkan bahwa bagi pemain sekaliber Peralta, prospek karier dan pengalaman internasional memiliki bobot yang sangat besar dalam menentukan pilihan klub.
Sebelum nama Persib Bandung kembali mencuat sebagai kandidat terkuat, Mariano Peralta yang tampil impresif bersama Borneo FC Samarinda di musim sebelumnya memang menjadi incaran banyak tim papan atas di BRI Super League. Performa gemilangnya sebagai pemain terbaik membuatnya menjadi komoditas panas di bursa transfer. Beberapa klub sempat memantau situasinya dengan saksama, menunjukkan ketertarikan awal terhadap kualitasnya.
Dewa United dan Persebaya Surabaya adalah dua di antaranya yang juga menunjukkan ketertarikan serius. Namun, menurut laporan eksklusif Lepore, minat dari kedua klub tersebut tidak pernah berlanjut ke tahap negosiasi resmi atau penawaran konkret. "Dewa United dan Persebaya sempat menunjukkan ketertarikan, tapi tidak pernah masuk ke tahap negosiasi nyata, sebagaimana telah kami ungkap secara eksklusif," jelas Lepore pada Minggu (28/6/2026). Hal ini menjadikan persaingan memperebutkan Peralta mengerucut pada dua raksasa sepak bola Indonesia, Persija dan Persib, dengan Persib kini mengambil alih momentum krusial.
"Persib Bandung, klub lain yang juga telah kami ungkap secara eksklusif, kini kembali menjadi opsi. Ini bukan negosiasi yang sudah matang, Peralta sudah hampir deal dengan Persija, tapi situasi yang mandek saat ini bisa mengubah arah," tambah Lepore. Penegasan bahwa "Peralta sudah hampir deal dengan Persija" semakin menegaskan betapa dramatisnya perubahan arah transfer ini, yang sepenuhnya dipicu oleh faktor partisipasi di kompetisi Asia. Ini menjadi bukti konkret bagaimana tiket kompetisi kontinental bisa menjadi pembeda utama dalam perang bintang di bursa transfer.
Ambisi Mariano Peralta untuk berkompetisi di level Asia tidak hanya menarik perhatian klub-klub di Indonesia. Bursa transfer pemain asal Argentina ini juga turut dipantau oleh beberapa klub raksasa dari kawasan Asia Tenggara. Lorenzo Lepore mengabarkan bahwa Persib Bandung harus bersaing ketat dengan dua tim elite ASEAN yang juga memiliki tiket berlaga di kasta tertinggi antarklub Benua Kuning, menambah tantangan dalam upaya mendatangkan sang pemain.
"Johor dan Lion City Sailors juga menyatakan minat, dan keduanya juga akan berlaga di Liga Champions AFC," ungkap Lepore. Kehadiran Johor Darul Ta’zim (JDT) dari Malaysia dan Lion City Sailors dari Singapura, yang merupakan kekuatan dominan di liga masing-masing dan langganan kompetisi Asia, tentu menambah kompleksitas dalam perburuan tanda tangan Peralta. Ini menandakan bahwa keputusan Peralta bukan hanya tentang klub di Indonesia, melainkan kesempatan terbaik untuk mengembangkan kariernya di level regional dan internasional.
Situasi transfer Mariano Peralta ini menjadi gambaran nyata betapa pentingnya partisipasi di kompetisi Asia bagi klub-klub Indonesia untuk menarik pemain berkualitas tinggi. Bagi Persija Jakarta, kegagalan mendapatkan Peralta di menit akhir ini tentu akan memaksa mereka untuk segera mencari alternatif lain guna memperkuat skuad menghadapi musim depan. Mereka harus bergerak cepat untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan oleh incaran utama mereka. Sementara itu, Persib Bandung kini berada di posisi terdepan untuk mendapatkan gelandang serang berkelas ini, yang berpotensi besar meningkatkan kekuatan mereka, tidak hanya di BRI Super League tetapi juga di panggung AFC Champions League 2. Dinamika bursa transfer ini masih terbuka dan patut ditunggu bagaimana akhir dari saga Mariano Peralta yang penuh intrik ini.











