Franco Morbidelli mengungkapkan ketakutannya untuk meninggalkan kompetisi MotoGP pada musim 2018, yang merupakan musim perdananya di kelas utama. Pengakuan ini muncul jelang seri balapan di Misano, sirkuit yang menjadi saksi bisu perjalanan kariernya.
Selama musim rookie yang penuh tantangan tersebut, Morbidelli mengaku harus belajar untuk “menyingkirkan rasa takut.” Ia menyadari bahwa keraguan dan kekhawatiran dapat menghambat perkembangannya sebagai pembalap.
Morbidelli, yang kini bersiap menghadapi kemungkinan perpisahan dengan MotoGP di Misano, mengenang kembali masa-masa sulit di tahun pertamanya. “Saya sangat takut untuk meninggalkan MotoGP pada tahun 2018,” ujar Morbidelli dalam sebuah refleksi.
Ia menambahkan, “Saya harus belajar untuk menyingkirkan rasa takut dan terus maju.” Pengalamannya di musim 2018 menjadi pelajaran berharga baginya dalam menghadapi tekanan dan ketidakpastian di dunia balap motor profesional.
Meskipun tidak merinci alasan spesifik ketakutannya saat itu, dapat dipahami bahwa transisi ke MotoGP, dengan persaingan yang ketat dan tuntutan teknis yang lebih tinggi, tentu memberikan beban mental tersendiri bagi seorang pembalap pendatang baru.
Kini, saat menghadapi potensi akhir dari babak MotoGP-nya di Misano, Morbidelli tampaknya telah bertransformasi menjadi sosok yang lebih kuat dan berani. Kemampuannya untuk mengatasi rasa takut di masa lalu menjadi bukti ketahanan mentalnya dalam menghadapi perubahan dan tantangan di masa depan.
