JAKARTA – Ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) massal yang membayangi sejumlah sektor industri di Indonesia telah memicu keprihatinan luas. Di tengah situasi yang menantang ini, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menunjukkan respons cepat dan konkret, yang menuai apresiasi dari berbagai pihak, termasuk organisasi masyarakat LOGIS 08. Langkah proaktif Dasco dalam membangun komunikasi intensif dengan pemerintah dan pimpinan perusahaan dinilai sebagai bentuk keberpihakan nyata terhadap perlindungan tenaga kerja dan keberlangsungan dunia usaha.
Ketua Umum LOGIS 08, Anshar Ilo, secara terang-terangan menyampaikan pujiannya atas inisiatif Dasco. Menurut Anshar, di saat banyak pihak hanya bisa menyuarakan keprihatinan, Dasco Ahmad bergerak melampaui batas dengan mencari solusi. "Langkah cepat Pak Sufmi Dasco patut diapresiasi," ujar Anshar Ilo pada Minggu (28/06/2026). "Ketika ada ancaman PHK yang dapat berdampak pada puluhan ribu pekerja, beliau tidak hanya menyampaikan keprihatinan, tetapi langsung membangun komunikasi dengan para pemangku kepentingan untuk mencari solusi."
Krisis ekonomi global, yang dipicu oleh berbagai faktor mulai dari inflasi, ketegangan geopolitik, hingga disrupsi rantai pasok, telah memberikan tekanan signifikan pada industri di berbagai negara, tak terkecuali Indonesia. Banyak perusahaan menghadapi dilema sulit antara menjaga profitabilitas dan mempertahankan karyawannya. Dalam konteks inilah, ancaman PHK massal muncul sebagai momok yang dapat memperparah kondisi sosial-ekonomi masyarakat.
Sufmi Dasco Ahmad, sebagai salah satu pimpinan lembaga legislatif, memahami betul urgensi situasi ini. Ia mengambil inisiatif untuk menjembatani komunikasi antara pemerintah, regulator, dan para pelaku industri. Tujuan utamanya adalah mencari titik temu yang memungkinkan perusahaan tetap beroperasi tanpa harus merumahkan karyawan secara besar-besaran. Pendekatan ini menunjukkan komitmen kuat terhadap perlindungan hak-hak pekerja, sekaligus menjaga stabilitas iklim investasi di Tanah Air.
Anshar Ilo, yang juga merupakan mantan Wakil Ketua Umum DPP KNPI, menegaskan bahwa penyelamatan lapangan kerja harus menjadi prioritas utama bagi semua elemen bangsa. Ia menekankan pentingnya sinergi yang kuat dan berkelanjutan antara lembaga legislatif seperti DPR, pemerintah sebagai pembuat kebijakan, pelaku industri sebagai motor ekonomi, dan serikat pekerja sebagai representasi buruh. "Sinergi ini perlu terus diperkuat agar persoalan yang dihadapi dunia usaha tidak berujung pada gelombang PHK yang masif," tambahnya.
Menurut Anshar, tanpa adanya koordinasi dan komunikasi yang efektif, setiap upaya penanganan masalah akan berjalan parsial dan kurang optimal. Keterlibatan Dasco dalam memfasilitasi dialog ini diharapkan dapat menciptakan pemahaman bersama dan mendorong terciptanya solusi-solusi inovatif. Ini bisa berupa insentif fiskal bagi perusahaan, program pelatihan ulang bagi pekerja, atau skema kerja fleksibel yang memungkinkan penyesuaian tanpa harus melakukan PHK.
Harapan besar diletakkan pada langkah-langkah yang telah diinisiasi oleh Wakil Ketua DPR RI tersebut. Anshar Ilo berharap upaya ini dapat menghasilkan kebijakan yang komprehensif, tidak hanya mampu menjaga iklim investasi tetap kondusif, tetapi juga memberikan kepastian dan jaminan perlindungan bagi para pekerja. Iklim investasi yang stabil penting untuk menarik modal asing dan domestik, yang pada gilirannya akan menciptakan lebih banyak lapangan kerja. Namun, hak-hak pekerja juga tidak boleh terabaikan demi menarik investasi semata.
"Yang dibutuhkan saat ini adalah solusi yang konkret dan cepat," tegas Anshar. "Dunia usaha harus tetap berjalan, sementara hak-hak pekerja juga harus terlindungi. Komunikasi yang dibangun Pak Dasco menjadi langkah positif untuk mencari titik temu bagi semua pihak." Pernyataan ini menggarisbawahi pentingnya keseimbangan antara kepentingan ekonomi dan kesejahteraan sosial. Sebuah negara tidak dapat maju jika pertumbuhan ekonominya tidak diiringi dengan perlindungan yang memadai bagi tenaga kerjanya.
Inisiatif Sufmi Dasco Ahmad ini juga mencerminkan peran krusial DPR RI sebagai lembaga perwakilan rakyat. Selain fungsi legislasi dan pengawasan, DPR juga memiliki peran advokasi dan mediasi dalam menanggapi isu-isu krusial yang menyentuh kehidupan masyarakat. Dengan bergerak cepat menanggapi ancaman PHK, Dasco menunjukkan bahwa DPR hadir sebagai mitra bagi rakyat, khususnya para pekerja, dalam menghadapi tantangan ekonomi.
Respons cepat Dasco ini diharapkan menjadi contoh bagi pemangku kepentingan lainnya untuk turut serta mencari jalan keluar dari potensi krisis ketenagakerjaan. Solidaritas dan kolaborasi antara pemerintah, parlemen, dunia usaha, dan masyarakat sipil menjadi kunci untuk mengatasi tekanan ekonomi global dan memastikan stabilitas sosial serta ekonomi Indonesia di masa mendatang. Dengan demikian, upaya penyelamatan lapangan kerja tidak hanya menjadi tanggung jawab satu pihak, melainkan komitmen kolektif demi masa depan yang lebih baik.











