Thursday, 10 September 2026
BREAKING
LIFESTYLE

Bukan Sekadar Gangguan Perut, Keracunan Makanan Berpotensi Merusak Otak dan Memori

Oleh Muzairi M September 10, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Keracunan makanan yang umum dikenal menyerang sistem pencernaan, ternyata dapat menimbulkan dampak yang lebih serius hingga mempengaruhi fungsi otak dan memicu hilangnya ingatan. Komplikasi langka ini muncul akibat racun tertentu yang masuk ke dalam tubuh.

Dr. Ari Fahrial Syam, Sp.PD-KGEH, FINASIM, FACP, seorang dokter spesialis penyakit dalam konsultan gastroentero-hepatologi, menjelaskan bahwa sebagian besar kasus keracunan makanan memang hanya berujung pada gejala pencernaan seperti mual, muntah, diare, dan sakit perut. Namun, dalam kondisi tertentu, racun dari makanan yang terkontaminasi dapat masuk ke dalam aliran darah dan menyebar ke seluruh tubuh, termasuk otak.

Salah satu contoh nyata dari komplikasi neurologis akibat keracunan makanan adalah kasus keracunan kerang hijau yang terjadi di kawasan Jakarta Utara pada 24 Maret 2013. Sebanyak 150 orang dilaporkan mengalami gejala keracunan, bahkan sebagian di antaranya menunjukkan tanda-tanda gangguan saraf. Menurut laporan dari Dinas Kelautan dan Perikanan DKI Jakarta, keracunan ini disebabkan oleh adanya racun saxitoxin yang terkandung dalam kerang hijau tersebut.

Saxitoxin merupakan neurotoksin yang sangat kuat dan dapat menyebabkan Paralytic Shellfish Poisoning (PSP). Gejala PSP dapat berkembang dengan cepat, mulai dari kesemutan di sekitar mulut, mati rasa pada wajah dan lidah, hingga kelumpuhan otot. Dalam kasus yang parah, racun ini dapat mengganggu fungsi pernapasan dan bahkan menyebabkan kematian.

Lebih lanjut, Dr. Ari Fahrial Syam menambahkan bahwa paparan neurotoksin seperti saxitoxin dapat mempengaruhi sinyal saraf di otak. “Racun ini bisa membuat sinyal saraf tidak terkirim dengan baik. Akibatnya, fungsi otak yang mengatur berbagai hal, termasuk memori dan kesadaran, bisa terganggu,” ujar Dr. Ari dalam sebuah wawancara.

Meskipun keracunan makanan yang berujung pada gangguan otak dan hilangnya ingatan tergolong jarang terjadi, penting untuk tetap waspada. Pencegahan tetap menjadi kunci utama. Mengonsumsi makanan yang dimasak matang sempurna, mencuci tangan sebelum makan, serta memastikan kebersihan bahan makanan merupakan langkah-langkah sederhana namun efektif untuk menghindari risiko keracunan makanan dan komplikasi serius yang mungkin ditimbulkannya.

Bagikan: Facebook X WhatsApp