JOHOR – Mahasiswa Program Doktor Ilmu Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Jakarta (UNJ) sukses menggelar Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Internasional di Perpustakaan Tunku Tun Aminah, Universiti Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM), Johor, Malaysia pada 22 Juni 2026. Inisiatif strategis ini bertujuan membekali para calon guru dari Institut Pendidikan Guru Kampus Tun Hussein Onn (IPGKTHO) dengan pemahaman mendalam tentang literasi keuangan, mempersiapkan mereka sebagai agen perubahan di tengah masyarakat yang semakin kompleks secara ekonomi.
Program yang mengangkat tema "Financial Literacy for Future Educators and Communities" ini merupakan perwujudan nyata dari komitmen UNJ dalam mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi di kancah internasional. Selain sebagai bentuk pendidikan dan penelitian, kegiatan ini juga memperkuat jalinan kerja sama akademik antara Indonesia dan Malaysia, khususnya dalam upaya peningkatan mutu pendidikan. Para peserta, yang merupakan calon pendidik masa depan, diharapkan dapat menyebarkan pengetahuan keuangan yang mereka peroleh kepada siswa dan komunitas yang lebih luas.
Pentingnya literasi keuangan bagi pendidik masa depan tidak dapat diremehkan. Di era disrupsi digital saat ini, pemahaman yang kuat tentang pengelolaan keuangan pribadi dan keluarga menjadi kunci untuk stabilitas ekonomi individu maupun kolektif. Dengan bekal ini, para calon guru tidak hanya mampu mengelola keuangan mereka sendiri dengan bijak, tetapi juga dapat menjadi teladan dan sumber informasi terpercaya bagi generasi muda yang akan mereka didik.
Tim pelaksana PKM Internasional ini dipimpin oleh Halim Rasyid, bersama tim akademik interdisiplin yang beranggotakan Etyca Rizky Yanti, Yunike Berry, Mukhibatul Hikmah, Ade Sri Mulyani, Tri Lestari, Abdul Latif, dan Alphieza Syam. Mereka secara kolaboratif merancang bahan ajar yang partisipatif, media pembelajaran interaktif, serta sumber daya literasi keuangan yang relevan dan disesuaikan dengan konteks pendidikan serta sosial-budaya di Malaysia. Pendekatan ini memastikan materi yang disampaikan mudah dipahami dan aplikatif bagi para peserta.
Kurikulum literasi keuangan yang diperkenalkan mencakup berbagai aspek fundamental, mulai dari teknik penganggaran yang efektif dan pentingnya kebiasaan menabung yang konsisten. Selain itu, program ini juga menekankan perilaku konsumsi yang bertanggung jawab, mendorong para calon guru untuk membuat keputusan finansial yang bijak dan berkelanjutan. Pengetahuan mengenai pemanfaatan layanan keuangan digital juga menjadi sorotan utama, mengingat pesatnya perkembangan teknologi finansial yang kini menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari.
Tidak hanya itu, program ini juga secara spesifik membahas kewaspadaan terhadap ancaman penipuan keuangan digital yang semakin marak. Dengan pemahaman tentang modus-modus penipuan terbaru dan cara menghindarinya, para calon guru diharapkan dapat melindungi diri dan orang-orang di sekitar mereka dari kerugian finansial. Peserta diajak untuk terlibat langsung dalam berbagai skenario keuangan nyata yang didesain agar relevan dengan kehidupan mereka sebagai calon pendidik di Malaysia, memperkuat pemahaman praktis mereka.
Melalui pendekatan yang holistik dan interaktif, program ini berhasil menciptakan lingkungan belajar yang dinamis dan mendorong partisipasi aktif dari seluruh calon guru. Mereka tidak hanya menerima informasi, tetapi juga diajak untuk berdiskusi, berbagi pengalaman, dan mempraktikkan langsung konsep-konsep literasi keuangan dalam simulasi kasus. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa pengetahuan yang diberikan tidak hanya teoritis, tetapi juga dapat diterapkan secara konkret dalam kehidupan mereka sehari-hari.
Kerja sama antara UNJ dan UTHM, serta IPGKTHO, menjadi tonggak penting dalam mempererat hubungan pendidikan antarnegara. Inisiatif seperti ini membuka peluang lebih besar untuk pertukaran pengetahuan, penelitian bersama, dan pengembangan program-program pendidikan yang inovatif di masa mendatang. Dengan demikian, kualitas sumber daya manusia di kedua negara dapat terus ditingkatkan, khususnya dalam menghadapi tantangan ekonomi global yang semakin kompleks.
Program Pengabdian kepada Masyarakat Internasional ini menggarisbawahi urgensi literasi keuangan sebagai kompetensi esensial bagi setiap individu, terutama bagi mereka yang akan membentuk generasi mendatang. Dengan membekali calon guru di Malaysia, UNJ tidak hanya menjalankan misi Tri Dharma Perguruan Tinggi, tetapi juga berkontribusi pada penciptaan masyarakat yang lebih cerdas secara finansial dan tangguh dalam menghadapi berbagai gejolak ekonomi. Ini adalah langkah maju dalam membangun ekosistem pendidikan yang adaptif dan relevan dengan kebutuhan zaman.











