Kejutan Piala Dunia 2026: DR Kongo Ukir Sejarah, Kalahkan Uzbekistan Dramatis, Kini Hadapi Inggris

Danu Ilham

Atlanta, Georgia – Republik Demokratik Kongo (DR Kongo) sukses menorehkan tinta emas dalam sejarah sepak bola mereka setelah berhasil membalikkan keadaan secara dramatis untuk menumbangkan Uzbekistan dengan skor 3-1. Kemenangan krusial dalam laga babak penyisihan grup Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Atlanta pada Minggu, 28 Juni 2026, ini memastikan langkah tim berjuluk The Leopards tersebut melaju ke babak 32 besar untuk pertama kalinya. Sebuah pencapaian yang membanggakan bagi negara di jantung Afrika tersebut, dan kini mereka akan menghadapi tantangan raksasa, tim nasional Inggris, di fase gugur berikutnya.

Euforia menyelimuti skuad DR Kongo setelah peluit panjang dibunyikan. Pelatih kepala Sébastien Desabre segera mengalihkan fokus pada persiapan laga berikutnya yang akan menjadi salah satu pertandingan terbesar dalam sejarah timnya. Desabre menegaskan bahwa timnya akan bekerja keras tanpa jeda untuk merancang strategi terbaik menghadapi tim Tiga Singa.

"Kami akan segera memulai pekerjaan untuk mempersiapkan diri," kata Sébastien Desabre, dengan nada penuh tekad. Ia menambahkan, "Kami memiliki beberapa pemain di skuad yang bermain di klub-klub liga Inggris, jadi mereka akan membantu kami. Kami akan mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk apa yang akan menjadi pertandingan yang sangat besar bagi kami." Pernyataan ini menunjukkan kepercayaan diri Desabre terhadap pengalaman anak asuhnya yang akrab dengan gaya permainan Inggris.

Laga kontra Uzbekistan bukanlah pertandingan yang mudah. DR Kongo harus berjuang ekstra keras setelah sempat tertinggal lebih dulu di awal pertandingan. Kejutan datang pada menit ke-10 ketika penyerang Uzbekistan, Eldor Shomurodov, berhasil mencetak gol pembuka. Tembakan lambung cepat Shomurodov melewati jangkauan kiper Lionel Mpasi, membuat Uzbekistan unggul 1-0 dan sempat membungkam para pendukung Kongo.

Respons cepat dari DR Kongo nyaris membuahkan hasil ketika Nathanaël Mbuku berhasil menyamakan kedudukan. Namun, kegembiraan para pemain dan staf pelatih Kongo harus tertunda setelah gol tersebut dianulir oleh Video Assistant Referee (VAR). Keputusan VAR menunjukkan adanya pelanggaran ringan terhadap bek Uzbekistan, Sherzod Nasrullaev, dalam proses terjadinya gol, menjaga keunggulan Uzbekistan.

Meskipun sempat dianulir, semangat juang The Leopards tidak padam. Kebangkitan DR Kongo dimulai ketika penyerang lincah Yoane Wissa dijatuhkan di kotak terlarang oleh bek Manchester City, Abdukodir Khusanov. Wissa yang menjadi eksekutor tendangan penalti, dengan tenang mengecoh kiper Abduvohid Nematov, membuat skor menjadi 1-1 dan memicu gelombang semangat baru di kubu Kongo.

Hanya dua menit berselang, momentum sepenuhnya berpihak pada DR Kongo. Fiston Mayele berhasil membalikkan kedudukan menjadi 2-1 setelah dengan sigap menyambar bola muntah. Bola liar tersebut berasal dari tendangan Meschack Elia yang sempat terbentur pemain bertahan lawan, memberi Mayele kesempatan emas untuk mencetak gol. Puncak kemenangan akhirnya dikunci oleh Yoane Wissa, yang mencetak gol keduanya di masa injury time dengan tendangan melengkung indah, memastikan skor akhir 3-1.

Di sisi lain lapangan, raut kekecewaan jelas terlihat pada pelatih Uzbekistan, Fabio Cannavaro. Legenda sepak bola Italia itu tidak bisa menyembunyikan rasa frustrasinya setelah tim asuhannya dipastikan tersingkir dari kompetisi debut mereka di turnamen sepak bola paling bergengsi ini. Uzbekistan, yang untuk pertama kalinya tampil di Piala Dunia, harus menerima kenyataan pahit setelah perjuangan keras mereka.

"Piala Dunia itu brutal," ujar Fabio Cannavaro, dengan nada lesu. "Para pemain sudah memberikan segalanya. Mereka sangat sedih di ruang ganti. Mereka menderita lebih dari siapa pun di Uzbekistan." Kutipan ini menggambarkan betapa beratnya tekanan dan harapan yang diemban oleh tim Uzbekistan, terutama dalam penampilan perdana mereka di kancah global.

Keberhasilan DR Kongo ini juga menjadi bagian dari tren positif yang lebih luas bagi wakil Afrika di Piala Dunia 2026. Dilansir dari The Guardian, sembilan dari sepuluh negara asal benua Afrika yang berpartisipasi dalam turnamen ini berhasil mengamankan tempat di fase gugur. Ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam kualitas dan daya saing sepak bola Afrika di panggung dunia, memberikan harapan baru bagi benua tersebut.

Lolosnya DR Kongo ke babak 32 besar bukan hanya pencapaian historis bagi tim, tetapi juga inspirasi bagi jutaan penggemar sepak bola di negara tersebut dan di seluruh Afrika. Pertandingan melawan Inggris di babak selanjutnya akan menjadi ujian sesungguhnya bagi The Leopards. Inggris, yang merupakan salah satu kekuatan sepak bola tradisional, tentu akan menjadi lawan yang sangat tangguh. Namun, dengan semangat juang dan kepercayaan diri yang telah ditunjukkan saat mengalahkan Uzbekistan, DR Kongo bertekad untuk memberikan perlawanan terbaik dan mungkin saja menciptakan kejutan lebih lanjut di Piala Dunia 2026 ini.

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All