Wednesday, 9 September 2026
BREAKING
OTOMOTIF

Kenaikan Harga Pertamax Picu Penurunan Tajam Penjualan Pertashop, Ancaman Penutupan Mengintai

Oleh Emanuel September 9, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Sejumlah outlet Pertashop menghadapi ancaman serius untuk ditutup akibat penurunan drastis angka penjualan. Fenomena ini dipicu oleh kebijakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax, yang mendorong konsumen beralih ke produk dengan harga lebih terjangkau, yaitu Pertalite.

Situasi ini dilaporkan berdampak signifikan terhadap omzet Pertashop. Para pengelola outlet merasa kesulitan mempertahankan operasional bisnis mereka karena penurunan volume transaksi. Sebagian besar pelanggan Pertamax, yang notabene merupakan segmen pasar utama bagi Pertashop, kini memilih menggunakan Pertalite yang harganya lebih ekonomis. Akibatnya, stok Pertamax di banyak Pertashop menjadi kurang diminati, sementara penjualan Pertalite pun tidak mampu menutupi kerugian akibat hilangnya pelanggan Pertamax.

Salah satu pengelola Pertashop di Jawa Barat, yang tidak ingin disebutkan namanya, mengungkapkan keprihatinannya. “Sejak harga Pertamax naik, penjualan kami anjlok. Pengguna Pertamax yang biasanya mengisi penuh tangki kendaraan mereka, sekarang banyak yang beralih ke Pertalite. Kalau begini terus, kami khawatir tidak bisa bertahan,” ujarnya.

Kenaikan harga Pertamax yang mulai berlaku sejak 1 Maret 2023, dengan penyesuaian di berbagai daerah, menjadi titik balik yang memberatkan bagi para pelaku usaha Pertashop. Kebijakan ini, yang bertujuan untuk menyeimbangkan harga BBM nonsubsidi dengan harga pasar, justru menimbulkan gejolak di tingkat hilir. PT Pertamina (Persero) sendiri belum memberikan pernyataan resmi terkait dampak kenaikan harga Pertamax terhadap operasional Pertashop.

Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) sebelumnya telah menyuarakan keprihatinan serupa. Presiden FSPPB, Arie Gumilar, menyatakan bahwa banyak outlet Pertashop yang mengeluhkan penurunan omzet. “Kami menerima banyak keluhan dari pengelola Pertashop di berbagai daerah. Mereka kesulitan karena konsumen beralih ke Pertalite yang harganya lebih murah. Jika ini terus berlanjut, banyak Pertashop yang terancam gulung tikar,” tegasnya pada awal Maret 2023.

Ancaman penutupan ini tidak hanya berdampak pada para pengusaha Pertashop, tetapi juga berpotensi menimbulkan masalah sosial dan ekonomi di daerah-daerah yang bergantung pada keberadaan outlet tersebut. Pertashop selama ini berperan penting dalam menyediakan akses BBM berkualitas hingga ke pelosok negeri, sekaligus menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat lokal.

Bagikan: Facebook X WhatsApp